Minggu, 11 Desember 2011

Anda Luar Biasa

Anda Luar Biasa, oleh Eni Kusuma, Cetakan I, 2007, Fivestar Publishing, 154 +xix: 978-979-1 5887-0-6

Sesuai dengan judulnya, memang buku yang Luar biasa. Betapa tidak? Eni Kusuma tidak berpendidikan tinggi. Semasa kecil pemalu, minder, dan gagap. Bukan dari keluarga berada dan berpangkat. Rumahnya pun di pinggiran Banyuwangi. Bau ‘anyir sampah’ menjadi ‘parfum’ setiap tarikan napas. Selepas SMA Megeri 1 Banyuwangi, melamar pekerjaan di kota kelahirannya demi mengangkat perekonimian keluarga. Namun, tak ada yang memperhatikan. Bahkan, cemooh yang Eni Kusuma peroleh.

Eny pun berketetapan untuk menjadi TKW. Hongkong sebagai pilihan untuk mengubah nasibnya. Pada awal sebagai ‘pembantu rumah tangga ’ yang ‘seabreg’ pekerjaan, cemooh, gertakan, kemarahan,hinaan menjadi bagian hidup Eny. Dan, “Dasar Indonesia goblok!” memicunya untuk bangkit: meski hanya pembantu harus mampu tunjukkan yang luar biasa pada majikannya.

Anda Luar Biasa, adalah bukti bahwa ‘pembantu rumah tangga’ dapat berprestasi dan dikenal dunia. Buku setebal 154 halaman itu diawali dengan ucapan terima kasih Eni Kusuma kepada pendiri webside Pembelajaran.Com yang juga motivator ternama dan penulis buku-buku bestseller Andrias Harifa, Motivator Andrie Wongso, Tung Desem Waringin, Andrew H., sera sederet motivator, penulis, pemimpin redaksi, bahkan sastrawan yang telah menjadi “guru” Eni Kusuma baik dengan email maupun dengan milis. Pengantar buku ditulis oleh Jennie S.Bev, penulis buku Rahasia Sukses Terbesar, yang kini tinggal di San Fransisco Bay Area.

Setelah ‘ucapan terima kasih’ dan ‘pengantar’, Eni Kusuma mengantar dengan pendahuluan singkat. Di dalamnya terungkap bahwa sukses menjadi kerinduan hakiki setiap orang. Sukses merupakan ‘fokus pergumulan hidup manusia. Untuk mencapai sukses, setiap orang harus berjuang” mengisi otak” dengan “harapan dan cita-cita”. Eny Kusuma menempuh dengan menghabiskan waktunya dengan membaca. Membaca menjadi kebutuhan bagi ini hingga waktu istirahat sejak SD hingga SMA dihabiskan untuk ‘melumat isi buku’ yang ada di perpustakaan.

Anda Luar Biasa, terdiri atas 26 judul tulisan yang disusun sedemikian rupa sehingga sehabis membacanya, kita diyakinkan dan diteguhkan untuk selalu berubah, bertumbuh, berkembang, dan berbuah. Di awali dengan refleksi Jalur A dan Jalur B, Pilih Mana?, dan diakhiri dengan refleksi Revolusi Babu. Tidak yakin dan percaya? Bacalah Anda Luar Biasa sehingga sunguh-sungguh luar biasa.

Kelebihan Anda Luar Biasa karya ‘seorang pembantu rumah tangga atau babu’ yang hanya lulusan sekolah menengah atas tetapi pujian kita temukan di sampul depan dalam, sampul belakang luar dalam. Tidak hanya para motivator dan penulis buku bestseller (sekadar menyebut beberapa nama: Andrie Wongso, Tung Desem Waringin, Andrias Harefa), editor, sastrawan, pemimpin redaksi, pengusaha, psikolah, dan bahkan Konsul Penerangan Sosial Budaya, KJRI Hongkong menuliskan pujian.

Buku yang layak di baca oleh anak-anak muda yang sedang berproses merentang masa depan: Anda Luar Biasa!!
Diterbitkan di: 05 Desember, 2011

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2235913-anda-luar-biasa/#ixzz1gH9Gar1V

Rumah Kaca

Pramoedya Ananata Toer adalah pengarang besar. Cerdas, kritis, dan memiliki ”licentia poetica” tinggi. Saat-saat ”gersang’ dalam pembuangan di Pulau Buru lahir karya-karya besar yang masuk nominasi penerima Nobel bidang kesusastraan.. Meski selama masa penahanannya di Pulau Buru, namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Hangus, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. serial 4 kronik novel semi-fiksi sejarah Indonesia.

Sebagai pengarang besar, ada 5 buku yang mengupas tuntas tentang sispa-mengapa-bagaimana Pramoedya Ananta Toer, sastrawan kelahiran Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 dan meninggal di Jakarta, 30 April 2006 pada umur 81 tahun. Pertama, Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja, oleh Bahrum Rangkuti, diterbitkan Gunung Agung. Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja, oleh Bahrum Rangkuti (Penerbit Gunung Agung. Kedua, Citra Manusia Indonesia dalam Karya Pramoedya Ananta Toer, oleh A. Teeuw diterbitkan Pustaka Jaya. Ketiga,Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis, oleh Eka Kurniawan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Keempat,Membaca Katrologi Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer, oleh Apsanti Djokosujatno diterbitkan Tera Indonesia. Kelima,Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra, Daniel Mahendra, dkk diterbitkan Penerbit Malka.

Rumah Kaca, terbagi dalam 14 episode. Seperti tiga novel sebelumnya ’kecerdasan’ Pramoedya Ananta Toer memang luar biasa. Ketelitian, kecermatan, kelengkapan memanfaatkan fakta sejarah menunjukkan keunggulannya sebagai sastrawan besar hingga secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.

Bila pada ketiga novel sebelumnya Bumi Hangus, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah didominasi tokoh Minke sebagai tokoh utama. Minke sebagai representasi tokoh pers (R. M. Tirto Adi Suryo) pada masa awal kebangkitan nasional berjuang melawan colonial yang menyengsarakan rakyat. Dalam ke-14 bagian Rumah Kaca, terjadi pergeseran tokoh utama Pangemanann, meski pada baian akhir buku ketiga, Pangemanann telah dimunculkan sebagai antagonis Minke.

Sejak tahun 1988 hingga tahun 2000 tercata penghargaan pada Pramoedya Ananta Toer sebanyak 11 kali. Satu di antaranya berasal dari Indonesia, yaitu tahun 1996 dari Partai Rakyat Demokratik Award, “hormat bagi Pejuang dan Demokrat Sejati”. Selebihnya, dari luar negeri: Amerika Serikat, sebanyak 5 kali, Perancis menganugerahkan 2 kali penghargaan, Belanda-Jepang-Filipina satu kali.

Diterbitkan di: 07 Desember, 2011

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2236432-rumah-kaca/#ixzz1gH8zAz88

Sastra dan Religiositas

Sastra dan Religiositan ditulis oleh Y.B. Mangun Wijaya (alm) yang merupakan salah satu orang Indonesia yang multidimensional. Lahir di Ambarawa, Kabupaten Semarang, 6 Mei 1929. Wafat karena serangan jantung, setelah memberikan ceramah dalam seminar Meningkatkan Peran Buku dalam Upaya Membentuk Masyarakat Indonesia Baru di Hotel Le Meridien, Jakarta, 10 Februari 1999 pada umur 69 tahun, dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, sastrawan, mantan tentara pelajar, filsuf, dosen, pedagog, arsitek, penulis, aktivis, dan pembela kaum marginal.

Saat Revolusi Y.B. Mangun Wijaya, yang akrab dipanggil Romo Mangun 1945 menjadi prajurit TKR Batalyon X divisi III. Bertugas di asrama militer di Benteng Vrederburg, lalu di asrama militer di Kotabaru, Yogyakarta. Ikut dalam pertempuran di Ambarawa, Magelang, dan Mranggen. Tahun 1946, Romo Mangun menjadi prajurit Tentara Pelajar, pernah bertugas menjadi sopir pendamping Panglima Perang Sri Sultan Hamengkubuwono IX memeriksa pasukan, STM Jetis. Tahun 1947, saat Agresi Militer Belanda I, tergabung dalam TP Brigade XVII sebagai komandan TP Kompi Kedu, serta menyelesaikan pendidikan STM.

Sebelum kuliah kuliah di ITB, Teknik Arsitektur, 1959, Romo Mangun ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Albertus Soegijapranata. Setelah itu, berturut-turut belajar di Jerman dan Amerika: Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman (1960-1966), Fellow Aspen Institute for Humanistic Studies, Colorado, AS (1978).

Penghargaan yang pernah Romo Mangun terima antara lain: Penghargaan Kincir Emas untuk penulisan cerpen dari Radio Nederland, Aga Khan Award for Architecture untuk permukiman warga pinggiran Kali Code, Yogyakarta, Penghargaan arsitektur dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk tempat peziarahan Sendangsono, Pernghargaan sastra se-Asia Tenggara Ramon Magsaysay pada tahun 1996. Buku yang pernah ditulis sebanyak 36 buku, buku mengenai Romo Mangun ada 9 buku.

Sastra dan Religiositas, masih menjadi buku unggulan dalam mengulas karya sastra. Artinya, setelah hampir 30 tahun terbit, belum ada buku ulasan sastra yang serupa. Ulasan yang ada masih bersifat konvensional, sekadar mambahas keilmiahan (berkait dengan unsur-unsur intrinksik dan ekstrinksi) dan kesungguhan (berkait dengan nilai, amanat, atau pesan ) suatu karya sastra. Padahal, merunut hakikatnya, karya sastra adalah ungkapan dorongan insani yang sesuai dengan kodrat insanian manusia sehingga menghadirkan keindahan dan kegunaan. Di dalamnya tersurat dan tersirat kelima kerinduan manusia: (1) kerinduan mengungkapkan diri, (2) kerinduan untuk berinteraksi dengan sesame, (3) kerinduan untuk menjalani hidup dengan taat asas dan aturan, (3) kerinduan untuk bersatu dengan alam semesta, dan (5) kerinduan pada asal dan tujuan hidup yaitu Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Sastra dan Religiositas mengulas 18 permasalahan berkait dengan kerinduan hakiki diawali dengan pembahasaan Pada Awal Mula, dan diakhiri dengan pembahasan Godlog Danarto. Religiositas lebih melihat dalam lubuk hati, riak getaran hati-nurani pribadi, sikap sembah, sikap tobat, yang sedikit banyak misteri bagi orang lain karena merupakan intimitas jiwa, cita-rasa yang mencakup totalitas jiwa.
Diterbitkan di: 07 Desember, 2011

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2236567-sastra-dan-religiositas/#ixzz1gH8fyhnJ

Sastra dan Religiositas

Sastra dan Religiositan ditulis oleh Y.B. Mangun Wijaya (alm) yang merupakan salah satu orang Indonesia yang multidimensional. Lahir di Ambarawa, Kabupaten Semarang, 6 Mei 1929. Wafat karena serangan jantung, setelah memberikan ceramah dalam seminar Meningkatkan Peran Buku dalam Upaya Membentuk Masyarakat Indonesia Baru di Hotel Le Meridien, Jakarta, 10 Februari 1999 pada umur 69 tahun, dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, sastrawan, mantan tentara pelajar, filsuf, dosen, pedagog, arsitek, penulis, aktivis, dan pembela kaum marginal.

Saat Revolusi Y.B. Mangun Wijaya, yang akrab dipanggil Romo Mangun 1945 menjadi prajurit TKR Batalyon X divisi III. Bertugas di asrama militer di Benteng Vrederburg, lalu di asrama militer di Kotabaru, Yogyakarta. Ikut dalam pertempuran di Ambarawa, Magelang, dan Mranggen. Tahun 1946, Romo Mangun menjadi prajurit Tentara Pelajar, pernah bertugas menjadi sopir pendamping Panglima Perang Sri Sultan Hamengkubuwono IX memeriksa pasukan, STM Jetis. Tahun 1947, saat Agresi Militer Belanda I, tergabung dalam TP Brigade XVII sebagai komandan TP Kompi Kedu, serta menyelesaikan pendidikan STM.

Sebelum kuliah kuliah di ITB, Teknik Arsitektur, 1959, Romo Mangun ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Albertus Soegijapranata. Setelah itu, berturut-turut belajar di Jerman dan Amerika: Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman (1960-1966), Fellow Aspen Institute for Humanistic Studies, Colorado, AS (1978).

Penghargaan yang pernah Romo Mangun terima antara lain: Penghargaan Kincir Emas untuk penulisan cerpen dari Radio Nederland, Aga Khan Award for Architecture untuk permukiman warga pinggiran Kali Code, Yogyakarta, Penghargaan arsitektur dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk tempat peziarahan Sendangsono, Pernghargaan sastra se-Asia Tenggara Ramon Magsaysay pada tahun 1996. Buku yang pernah ditulis sebanyak 36 buku, buku mengenai Romo Mangun ada 9 buku.

Sastra dan Religiositas, masih menjadi buku unggulan dalam mengulas karya sastra. Artinya, setelah hampir 30 tahun terbit, belum ada buku ulasan sastra yang serupa. Ulasan yang ada masih bersifat konvensional, sekadar mambahas keilmiahan (berkait dengan unsur-unsur intrinksik dan ekstrinksi) dan kesungguhan (berkait dengan nilai, amanat, atau pesan ) suatu karya sastra. Padahal, merunut hakikatnya, karya sastra adalah ungkapan dorongan insani yang sesuai dengan kodrat insanian manusia sehingga menghadirkan keindahan dan kegunaan. Di dalamnya tersurat dan tersirat kelima kerinduan manusia: (1) kerinduan mengungkapkan diri, (2) kerinduan untuk berinteraksi dengan sesame, (3) kerinduan untuk menjalani hidup dengan taat asas dan aturan, (3) kerinduan untuk bersatu dengan alam semesta, dan (5) kerinduan pada asal dan tujuan hidup yaitu Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Sastra dan Religiositas mengulas 18 permasalahan berkait dengan kerinduan hakiki diawali dengan pembahasaan Pada Awal Mula, dan diakhiri dengan pembahasan Godlog Danarto. Religiositas lebih melihat dalam lubuk hati, riak getaran hati-nurani pribadi, sikap sembah, sikap tobat, yang sedikit banyak misteri bagi orang lain karena merupakan intimitas jiwa, cita-rasa yang mencakup totalitas jiwa.
Diterbitkan di: 07 Desember, 2011

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2236567-sastra-dan-religiositas/#ixzz1gH8fyhnJ

Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern

Menghadirkan tokoh, dalam bidang apapun, adalah usaha untuk memahami kekhususan, daya hidup, daya juang, pemikiran-pemikiran, pengaruh, serta relevansinya dalam konteks hidup kini-sini. Dalam pergumulan dan pergulatan hidup, sadar atau tidak sadari, kita disituasikan dan dibentuk oleh kehadiran tokoh-tokoh dalam bidang apapun.

Buku Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern yang ditulis oleh Dr. Harry Hamersma, diterbitkan pertama kali tahun 1983, sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin mereguk pemikiran-pemikiran para filsuf pada abad XIX dan abad XX.

Terbadi dalam 3 bagian. Bagian pertama mengupas Filsafat Barat Zaman Modern terurai dalam 4 Bab. Pertama, Filsafat Zaman Barok dengan menghadirkan Rene Descartes, B. Spinosa, G, Leibniz, dan B. Pascal. Kedua, Filsafat Zaman Fajar Budi dengan menghadirkan J. Locke, G. Berkeley, B. Hums, J.J, Rousseau, dan I. Kant. Ketiga, Filsafat Zaman Romantik dengan menghadirkan J. Fichte, T. Schelling, dan G. Hegel. Keempat, mengupas Kekhususan Filsatar Zaman Modern dengan dua ciri khas yaitu antroposentrisme dan pembentukan subjektivitas modern

Bagian kedua merentangluaskan Filsafat Barat Abad XIX yang terurai dalam 4 bab. Pertama, Filsafat Perancis dengan menghadirkan tokoh A. Comte. Kedua, Filsafat Jerman dengan menghadirkan 5 tokoh: A. Schopenhauer, L. Feurbach, K. Marx, S. Kiergegaard, dan F. Nietzche. Ketiga, mengupas Filsafat Anglosaksen dengan menghadirkan 2 tokoh H. Spencer dan W. James. Keempat, spesifikasi filsafat abad XIX.

Bagian ketiga membahas Filsafat Barab Abad XX yang terurai dalam 4 bab. Pertama, mengupas filsafat Perancis abad XX dengan menghadirkan dua tokoh yang sangat berpengaruh hingga kini yaitu H. Berson dan J.P. Sartre. Kedua, mengupas peran filsafat Jerman dengan menghadirkan tiga tokoh yang sangat berpengaruh pada abad XXI ini yaitu E. Husserl, K. Jaspers, dan M. Heidegger. Ketiga, mengupas filsafat Anglosaksen dengan menghadirkan A.N. Whitehead, B. Russel, dan L. Wittgenstein.

Keistimewaan Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern, pembahasan setiap tokoh selalu dilengkapi dengan biografi singkat, karya-karya yang dipublikasikan, pokok-pokok pemikiran, serta pengaruhnya dala kehidupan hingga kini. Demikian juga penghadiran konteks social, politik, ekonomi yang berkembang sehingga semakin membantu pembaca memahami peran tokoh.

Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern, sangat penting dan perlu bagi mereka yang ingin belajar filsafat.

Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2237133-tokoh-tokoh-filsafat-barat-modern/#ixzz1gH89bqCa

TETESAN EMBUN JEES: JS KAMDHI: Tuhan masih adakah Ruang untukku

romojs/shvoong

Tuhan masih adakah Ruang untukku

Tuhan masih adakah ruang untukku bila
semua-mua mengingkari jatidiri bila
semua-mua mengumbar nafsu angkara bila
semua-mua adigang, adigung, adiguna

Tuhan masih adakah ruang untukku bila
udara semakin tercemar suara-suara kebohongan bila
air tidak lagi steril karena halal segala cara bila
tanah tak lagi subur karena kemungkaran dan kemunafikan

Tuhan bila tidak ada lagi ruang untukku
aku tetap bertahan walau
terhimpit pedih perih
kini

REFLEKSI : 104 PAHLAWAN NASIONAL ROBERT WOLTER MONGISIDI

Robert dilahirkan di Malalayang< Manado,   anak ke-4 dari Petrus Mongisidi dan Lina Suawa,   14 Februari 1925. Panggilan akrab Robert...