<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445</id><updated>2012-02-16T09:57:23.728-08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='TETESAN EMBUN'/><category term='JS KAMDHI'/><title type='text'>TETESAN EMBUN JEES: JS KAMDHI</title><subtitle type='html'>tetesan embun

bagai embun pagi
inilah hidup
sebentar semakna mengedip mata

tetesan embun
menandai fajar menyingsinG
dan hari 
baru</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-8286809515577640816</id><published>2011-12-21T05:07:00.000-08:00</published><updated>2011-12-21T05:07:17.769-08:00</updated><title type='text'>Laku Spiritual Sultan: Langkah RaJa Jawa Menuju Tahta</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2240949-laku-spiritual-sultan-langkah-raja/#.TvHZ9lj-RVs.blogger"&gt;Laku Spiritual Sultan: Langkah RaJa Jawa Menuju Tahta&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-8286809515577640816?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/8286809515577640816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/laku-spiritual-sultan-langkah-raja-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8286809515577640816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8286809515577640816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/laku-spiritual-sultan-langkah-raja-jawa.html' title='Laku Spiritual Sultan: Langkah RaJa Jawa Menuju Tahta'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-3801641454893650504</id><published>2011-12-20T04:50:00.001-08:00</published><updated>2011-12-20T04:51:18.230-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>STUDENT CENTERED: HUMANIORA-SPIRITUAL ATMOSPHERE&lt;br /&gt;  Oleh JS Kamdhi&lt;br /&gt; Salah satu dosa pendidikan adalah penempatan visi dan misi yang harus menjadi nyata dalam spirit/semangat para pengelola-guru-siswa. Tidak heranlah kita bila nasionalisme-cinta tanah air-patriotisme luntur. ”Wawasan Wiyata Mandala”(semasa ORBA) yang bertumpu pada Missi (tiga pilar berbangsa-bernegara:UUD 1945-NKRI-PANCASILA) hilang ditelan hiruk pikuk ambilsi pribadi. Spiritualitas  yang  harus bertumbuh-berkembang-berbuah sesuai napas sekolah tidak ternah bertumbuh-berkembang-berbuah seusai anak dilepas dari sekolah. Haruskah kita lestarikan pendidikan tanpa kepribadian? Model-model pencerdasan-pencerahan-pembudayaan mana yang seharusnya menjadi paradigma baru?&lt;br /&gt; Pertama, proses KBM yang menghargai dan berpusat pada siswa sebagai subjek belajar dengan pendekatan student centered. Kedua,  Institusi Pendidikan harus berkemampuan membangun sebuah kesadaran bahwa seluruh komponen kependidikan adalah sesama ciptaan Tuhan, we are not islands, we are not angels as well. Masing-masing (pengelola, guru, siswa) hadir dengan seluruh kelebihan-kekurangan. Ketiga, Institusi Pendidikan yang memprioritaskan pembinaan kemanusiaan: pembinaan humaniora yang integral yang mencakup: aspek intelektual, kepribadian, budaya-tradisi, solidaritas (fungsional-emosional-sosial) dengan bertumpu non scholae sed vitae discimus (sekolah bukan demi angka-angka, tetapi demi kehidupan). Keempat, Institusi Pendidikan harus berkemampuan menjadi sebuah tempat, sebuah home rohani yang membentuk kejiwaan-hati nurani. Kelima, harus memiliki paradigma baru bukan hanya menjadi almamater tetapi ’teman seperjalanan’ para siswa.&lt;br /&gt;Student-centered&lt;br /&gt; Institusi Pendidikan harus menyadari bahwa Tuhan (apapun agama yang dianut) menciptakan manusia dan melengkapinya dengan kuasa, kemampuan, potensi kreatif bersama dengan bakat, talenta, skill. Artinya, setiap siswa telah memiliki potensi-potensi kemanusiaan, daya-daya nalar, kemampuan akal budi, benih-benih iman dan ilmu. Suasana pendampingan, sebagaimana diungkap oleh Carl Rogers, menggunakan metode client-centered counseling atau non-directive counseling.&lt;br /&gt; Lalu, bagaimana Institusi Pendidikan dapat secara kreatif memacu pembinaan yang menaruh rasa hormat pada subjek didik?&lt;br /&gt; Setiap guru, hendaknya, tidak sekadar ’berada bersama siswa’ demi buku rapor ’angka’, tetapi juga pengenalan pribadi mengenai daya tangkap, kepribadian, keunggulan bahkan kelemahan-kelemahan. Artinya, setiap guru harus berkemampuan membuka horizon bina diri dan tumbuh kembang melalui mata ajarnya. Secara keseluruhan Institusi Pendidikan harus berkemampuan membuka peluang berkreasi, berimajinasi, berinovasi: Ciptakan peluang hingga siswa berani berekspresi, berpendapat, berinovasi; Rangsanglah hingga siswa melahirkan ide-ide inovatif, ispiratif: Motivasilah hingga siswa berkemampuan menciptakan, bahkan merebut peluang dan kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are not islands&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buah yang dapat diraih dari pola pendampingan tersebut adalah tumbuhnya rasa percaya diri, harga diri, daya juang, daya tahan/banting, dan visioner. Setiap siswa mengalami dirinya berharga dan berkemampuan. Sekolah menjadi ’home’ sehingga siswa betah, diterima, dan dimanusiawikan. Anak yang dihargai, diterima, dicintai akan berkemampuan menghargai, menerima, dan mencinta teman seperjalanan dan masa depannya.&lt;br /&gt; Bukan budaya eliminasi yang ditkembangkan, melainkan budaya maju bersama. Bukan fanatisme-kelompokisme-elitisme yang dibangun tetapi bersama-sama untuk bersatu dan sama untuk bersendiri-sendiri. Bukan pembinaan yang melahirkan ;penjajah-penjajah baru’, melainkan pejuang-pejuang kemanusiaan, persaudaraan, berbudi luhur, solidaritas, dan bereligi.&lt;br /&gt; Para siswa berhak mendapatkan guru, pendamping yang sungguh patut digugu dan ditiru: baik perkataan maupun perbuatannya. Para siswa berhak mengalami suatu iklim pendidikan bahwa mereka bersaudara di tengah saudara-saudaranya. Iklim pendidikan yang saling membutuhkan, saling melengkapi, saling menyempurnakan. Mereka mengalami berada  bersama sesama siswa yang tengah belajar, yang tengah membina diri, yang tengah berproses menemukan jati-diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Iklim pendidikan seperti itu akan membentuk sebuah spiritualitas kristiani yang saling menghormati, menghargai, dan menyempurnakan: manusia menjadi sesama satu sama lain, menjadi berkat, menjadi rahmat. Homo homini salus (Manusia menjadi berkat bagi manusia lain), bukannya homo homini lupus (Manusia menjadi serigala bagi manusia lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humaniona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Para pakar pendidikan, khsusnya YB Mangunwijaya (alm), sangat menekankan pentingnya sekolah memperhatikan kebutuhan pertumbuhan humaniora siswa. Sekolah jangan sampai menjadi ’pabrik pencetak intelektual dan akademisi yang tidak berperikemanusiaan, yang tidak berperilaku sosial, bahkan lupa ’bahwa sesamanya juga manusia’.&lt;br /&gt; Bukanlah pengalaman langka bahwa ada banyak anak yang begitu pintar, jenius, ’maha tahu’, ’serba bisa’, ’all round’ akibat padatnya les privat dan berbagai kursus dengan pengajar-pengajar profesional. Mereka sangat pintar, ’gila belajar’, sampai-sampai tidak ada waktu untuk bermain, sehingga hilang waktu tumbuh secara alami dan kodrati. Orang tua banyak terjebak dalam pembunuhan tumbuh kodrati dengan ’ancaman’; menjadi bintang kelas, ’jagoan mafia’. Akibatnya, mereka menjadi ’anak gagu, egois, asosial.  Etre  pour moi (hidup untuk dirinya sendiri/individualis) tulis Jean Paul Sartre), teman seperjalanan dianggap sebagai saingan yang harus ditaklukkan.&lt;br /&gt; Bagaimana Institusi Pendidikan membangun spiritualitas pelajar kristiani yang sosial, manusiawi?  &lt;br /&gt; Kurikulum sekolah memberikan jam khusus untuk bidang humaniora, budi pekerti, dengan kegiatan yang variatif seperti baksos (bakti sosial), ziamal (ziarah dan amal), ziarek (ziarah dan rekreasi) ataupun  live-in. Institusi Pendidikan dapat menyewa langan pertanian, di daerah Kuningan, Kabupaten Cirebon, Majalengka tempat siswa mengolah tanah-mengolah hidup. Belajar bercocok tanam: sayuran ataupun palawija.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spiritual Atmosphere &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Institusi Pendidikan perlu menjadi sebuah tempat, sebuah ’home’ rohani, tempat berembusnya sebuah angin segar, angin penuh kesejukan rohani sehingga menjadi pemupuk pertumbuhan kejiwaan para siswa. Suasana yang memperkaya batin-rohani, jiwa murni, kekayaan afeksi. Para ahli psikologi perkembangan berkesimpulan bahwa janin dalam rahim pun akan terpengaruh oleh suasana hati-batin rohani sang ibu. Bahkan, spiritual atmosphere yang diciptakan si calon ibu lewat kidung puji, tembang rohani, dan doa-doa syukur mempengaruhi jiwa-karakter sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hebatnya pengaruh-pengaruh non-spiritual hingga ruang paling privacy melalui jaringan internet membius jiwa murni, melumpuhkan nurani, menghancurkan intuisi dan daya hidup. Tayangan-tayangan, juga berita, ketidakadilan, perselingkuhan, perceraian, kemunafikan, korupsi, mau tidak mau, menorehkan tinta merah pada kemurnian jiwa anak manusia yang pada hakikatnya selalu bonum (baik), pulchrum (indah) , sanctum (kudus), verum (benar).&lt;br /&gt; Sebuah sekolah yang serentak perlu membuka diri sebagai sebuah spiritual refreshing, spiritual changer demi penyelamatan jiwa-jiwa, daya hidup, dan daya masa depan. Bukan dengan pembohongan kodrati model sekolah bertaraf internasional yang ujung-ujungnya komersialisasi pendidikan.&lt;br /&gt; Kesempatan hening, saat teduh dengan doa meditatif pada awal hari dengan pembacaan Ayat-ayat Suci yang mencerahkan dan memberdayakan, perlu diciptakan. Taman rohnai yang secara khusus menyediakan buku-buku rohani, audio, dan video casette rohani. Dengan demikian siswa memiliki tempat berteduh dan membina kekuatan pada saat resah-gelisah.&lt;br /&gt; Akhirnya,  peran orang tua sangat dibutuhkan. Sebab, waktu anak di luar lingkungan sekolah tidak terbatas. Sedangkan ’tawaran-tawaran yang meluluhlantakan jiwa murni-batin rohani lebih banyak terjadi di luar sekolah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cirebon, 31Oktober2011&lt;br /&gt;JS.Kamdhi&lt;br /&gt;Guru SMASantaMaria1&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-3801641454893650504?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/3801641454893650504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/student-centered-humaniora-spiritual_804.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3801641454893650504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3801641454893650504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/student-centered-humaniora-spiritual_804.html' title=''/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-8430111220029012354</id><published>2011-12-17T23:12:00.000-08:00</published><updated>2011-12-17T23:12:42.856-08:00</updated><title type='text'>Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Pertama: PENDIDIKAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2239999-karya-ki-hadjar-dewantara-bagian/#.Tu2SR0_NX4Q.blogger"&gt;Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Pertama: PENDIDIKAN&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-8430111220029012354?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/8430111220029012354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/karya-ki-hadjar-dewantara-bagian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8430111220029012354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8430111220029012354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/karya-ki-hadjar-dewantara-bagian.html' title='Karya Ki Hadjar Dewantara Bagian Pertama: PENDIDIKAN'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-2218159501546753886</id><published>2011-12-15T01:50:00.000-08:00</published><updated>2011-12-15T01:50:40.797-08:00</updated><title type='text'>Pemikir Besar Dunia: Ucapan dan Kebijaksanaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2239234-pemikir-besar-dunia-ucapan-dan/#.TunC6ruCLQQ.blogger"&gt;Pemikir Besar Dunia: Ucapan dan Kebijaksanaan&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-2218159501546753886?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/2218159501546753886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/pemikir-besar-dunia-ucapan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/2218159501546753886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/2218159501546753886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/pemikir-besar-dunia-ucapan-dan.html' title='Pemikir Besar Dunia: Ucapan dan Kebijaksanaan'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-2049970183470834431</id><published>2011-12-14T00:55:00.000-08:00</published><updated>2011-12-14T00:55:00.803-08:00</updated><title type='text'>Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2238801-ringkasan-dan-ulasan-novel-indonesia/#.TuhkS-BISfg.blogger"&gt;Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-2049970183470834431?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/2049970183470834431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/ringkasan-dan-ulasan-novel-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/2049970183470834431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/2049970183470834431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/ringkasan-dan-ulasan-novel-indonesia.html' title='Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-6803346325764506051</id><published>2011-12-12T01:59:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T01:59:47.969-08:00</updated><title type='text'>http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2238170-kekuatan-si-lemah/</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2238170-kekuatan-si-lemah/"&gt;http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2238170-kekuatan-si-lemah/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-6803346325764506051?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/6803346325764506051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/httpidshvoongcomhumanitiesphilosophy223.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/6803346325764506051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/6803346325764506051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/httpidshvoongcomhumanitiesphilosophy223.html' title='http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2238170-kekuatan-si-lemah/'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-5034993069356929780</id><published>2011-12-11T17:25:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:25:38.237-08:00</updated><title type='text'>Sastra dan Religiositas</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2236567-sastra-dan-religiositas/#.TuVYD09OolE.blogger"&gt;Sastra dan Religiositas&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-5034993069356929780?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/5034993069356929780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/sastra-dan-religiositas_8989.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/5034993069356929780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/5034993069356929780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/sastra-dan-religiositas_8989.html' title='Sastra dan Religiositas'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-5621835375616717695</id><published>2011-12-11T17:24:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:24:58.869-08:00</updated><title type='text'>Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2237133-tokoh-tokoh-filsafat-barat-modern/#.TuVX5wpU2ec.blogger"&gt;Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-5621835375616717695?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/5621835375616717695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/tokoh-tokoh-filsafat-barat-modern_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/5621835375616717695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/5621835375616717695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/tokoh-tokoh-filsafat-barat-modern_11.html' title='Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-3467811831606566628</id><published>2011-12-11T17:20:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T17:20:56.473-08:00</updated><title type='text'>Guru Ideal: Menulis Bahan Ajar</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2224933-guru-ideal-menulis-bahan-ajar/#.TuVW9g2B5DE.blogger"&gt;Guru Ideal: Menulis Bahan Ajar&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-3467811831606566628?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/3467811831606566628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/guru-ideal-menulis-bahan-ajar_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3467811831606566628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3467811831606566628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/guru-ideal-menulis-bahan-ajar_11.html' title='Guru Ideal: Menulis Bahan Ajar'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-3025576496939042405</id><published>2011-12-11T17:20:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:20:21.833-08:00</updated><title type='text'>Solusi Jitu Evaluasi dan Kompetensi</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/books/dictionary/2224931-solusi-jitu-evaluasi-dan-kompetensi/#.TuVW0nokKd8.blogger"&gt;Solusi Jitu Evaluasi dan Kompetensi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-3025576496939042405?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/3025576496939042405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/solusi-jitu-evaluasi-dan-kompetensi_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3025576496939042405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3025576496939042405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/solusi-jitu-evaluasi-dan-kompetensi_11.html' title='Solusi Jitu Evaluasi dan Kompetensi'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-8237683087979282199</id><published>2011-12-11T17:19:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:19:44.794-08:00</updated><title type='text'>Mendaras KEPAHLAWAN RENDRA DALAM “POTRET PEMBANGUNAN DALAM PUISI”</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/arts/2225960-mendaras-kepahlawan-rendra-dalam-potret/#.TuVWrOtAL1Q.blogger"&gt;Mendaras KEPAHLAWAN RENDRA DALAM “POTRET PEMBANGUNAN DALAM PUISI”&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-8237683087979282199?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/8237683087979282199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/mendaras-kepahlawan-rendra-dalam-potret.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8237683087979282199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8237683087979282199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/mendaras-kepahlawan-rendra-dalam-potret.html' title='Mendaras KEPAHLAWAN RENDRA DALAM “POTRET PEMBANGUNAN DALAM PUISI”'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-3095004200494284920</id><published>2011-12-11T17:17:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:17:38.191-08:00</updated><title type='text'>Atheis</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2226543-atheis/#.TuVWLgA_6S0.blogger"&gt;Atheis&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-3095004200494284920?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/3095004200494284920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/atheis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3095004200494284920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3095004200494284920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/atheis.html' title='Atheis'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-1015524397225854379</id><published>2011-12-11T17:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:16:49.763-08:00</updated><title type='text'>Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2226828-inovasi-pembelajaran-bahasa-dan-sastra/#.TuVV_XxHlxw.blogger"&gt;Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-1015524397225854379?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/1015524397225854379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/inovasi-pembelajaran-bahasa-dan-sastra_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1015524397225854379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1015524397225854379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/inovasi-pembelajaran-bahasa-dan-sastra_11.html' title='Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-4656548693659963499</id><published>2011-12-11T17:14:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:14:00.397-08:00</updated><title type='text'>Belenggu</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2227492-belenggu/#.TuVVVfB6Sys.blogger"&gt;Belenggu&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-4656548693659963499?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/4656548693659963499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/belenggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4656548693659963499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4656548693659963499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/belenggu.html' title='Belenggu'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-1476606527305206318</id><published>2011-12-11T17:10:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:10:05.796-08:00</updated><title type='text'>Catatan-catatan tentang Amir Hamzah</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2232398-catatan-catatan-tentang-amir-hamzah/#.TuVUa2cBaqs.blogger"&gt;Catatan-catatan tentang Amir Hamzah&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-1476606527305206318?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/1476606527305206318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/catatan-catatan-tentang-amir-hamzah_7081.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1476606527305206318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1476606527305206318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/catatan-catatan-tentang-amir-hamzah_7081.html' title='Catatan-catatan tentang Amir Hamzah'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-3506607516893652576</id><published>2011-12-11T17:09:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:09:19.519-08:00</updated><title type='text'>Anne Frank</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2232536-anne-frank/#.TuVUPOtEvGg.blogger"&gt;Anne Frank&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-3506607516893652576?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/3506607516893652576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/anne-frank_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3506607516893652576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3506607516893652576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/anne-frank_11.html' title='Anne Frank'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-7781030630937091096</id><published>2011-12-11T17:06:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:06:36.258-08:00</updated><title type='text'>Pulang</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2234070-pulang/#.TuVTmQsrCDk.blogger"&gt;Pulang&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-7781030630937091096?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/7781030630937091096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/pulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/7781030630937091096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/7781030630937091096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/pulang.html' title='Pulang'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-7195097318290177139</id><published>2011-12-11T17:03:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:03:36.067-08:00</updated><title type='text'>World on Fire</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2235126-world/#.TuVS5NQuRxI.blogger"&gt;World on Fire&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-7195097318290177139?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/7195097318290177139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/world-on-fire_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/7195097318290177139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/7195097318290177139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/world-on-fire_11.html' title='World on Fire'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-4248875736425122463</id><published>2011-12-11T17:02:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:02:48.912-08:00</updated><title type='text'>Pengobatan Tradisional Cirebon,</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/2235476-pengobatan-tradisional-cirebon/#.TuVStE5En_E.blogger"&gt;Pengobatan Tradisional Cirebon,&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-4248875736425122463?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/4248875736425122463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/pengobatan-tradisional-cirebon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4248875736425122463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4248875736425122463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/pengobatan-tradisional-cirebon.html' title='Pengobatan Tradisional Cirebon,'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-4836277698196126056</id><published>2011-12-11T17:00:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T17:00:19.168-08:00</updated><title type='text'>Khasanah Makanan Khas Cirebon</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/lifestyle/food-and-drink/2235474-khasanah-makanan-khas-cirebon/#.TuVSHiIPZrA.blogger"&gt;Khasanah Makanan Khas Cirebon&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-4836277698196126056?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/4836277698196126056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/khasanah-makanan-khas-cirebon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4836277698196126056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4836277698196126056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/khasanah-makanan-khas-cirebon.html' title='Khasanah Makanan Khas Cirebon'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-2466168844002467491</id><published>2011-12-11T16:56:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:56:51.039-08:00</updated><title type='text'>Diskusi yang Efektif</title><content type='html'>&lt;a href="http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2236244-diskusi-yang-efektif/#.TuVRSNPDHj8.blogger"&gt;Diskusi yang Efektif&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-2466168844002467491?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/2466168844002467491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/diskusi-yang-efektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/2466168844002467491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/2466168844002467491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/diskusi-yang-efektif.html' title='Diskusi yang Efektif'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-3074997191974310378</id><published>2011-12-11T16:47:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:48:07.471-08:00</updated><title type='text'>Link:JS Kamdhi/Shoovong</title><content type='html'>Romojs Summaries, Synopses &amp; Abstracts&lt;br /&gt;id.shvoong.com/writers/romojs/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-3074997191974310378?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/3074997191974310378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/linkjs-kamdhishoovong_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3074997191974310378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3074997191974310378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/linkjs-kamdhishoovong_11.html' title='Link:JS Kamdhi/Shoovong'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-6693144679832477094</id><published>2011-12-11T16:43:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:44:18.730-08:00</updated><title type='text'>Solusi Jitu: Evaluasi dan Kompetensi Bahasa dan Sastra Indonesia</title><content type='html'>Selama ini, sekolah menjadi dunia yang ideal, sedangkan hidup dan kehidupan yang dialami siswa adalah kenyataan, Untuk memberikan jembatan antara dunia ideal sekolah dan kenyataan kehidupan itulah buku evaluasi dan kompetensi ini hadir. kehadirannya diharapkan dapat mengisi ruang dan jarak antara dunia sekolah dan kenyataan hhidup sehingga sekolah menjadi dunia utuh bagi siswa-siswi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, siswa-siswi perlu menyadari bahwa Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan, saling berbagi pengalaman, saling belajar, dan untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kesastraan. Pembelajaran Bahada dan Sastra Indonesia harus dirancang sedemikian rupa sehingga para siswa: (1) menghargai dan membanggakan Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara;(2) memahami Bahasa dan Sastra Indonesia dari segi bentuk, makna fungsi, serta dapat mengekspresikan dalam berbagai bentuk, tujuan, situasi, dan keperluan; (3) memiliki kemampuan menggunakan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan kematangan sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seri Buku Evaluasi dan Kompetensi Bahasa dan Sastra Indonesia SMA &amp;MA kelas X, kelas XI, dan kelas XII disusun berdasarkan kurikulum 2006 dengan rincian MENYIMAK-MEMBACA-BERBICARA-MENULIS-BERSASTRA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan gambar atau foto pada setiap bagian dimaksudkan mengantarkan siswa-siswi pada peristiwa, reslitas, kegiatan, pengalaman yang sudah, sedang, dan akan terjadi. Tersusun dalam kerja mandiri dan kerja kelompok diharapkan buku ini memberdayakan-mencerdaskan para siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima ranah yang terjamah dalam proses pembelajaran: ranah pancaindera, ranah nalar, ranah afeksi, ranah imajinasi, dan ranah identifikasi.&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 01 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/books/dictionary/2224931-solusi-jitu-evaluasi-dan-kompetensi/#ixzz1gHDLv4Dj&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-6693144679832477094?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/6693144679832477094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/solusi-jitu-evaluasi-dan-kompetensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/6693144679832477094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/6693144679832477094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/solusi-jitu-evaluasi-dan-kompetensi.html' title='Solusi Jitu: Evaluasi dan Kompetensi Bahasa dan Sastra Indonesia'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-6061936550031231423</id><published>2011-12-11T16:42:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:42:28.948-08:00</updated><title type='text'>Guru Ideal: Menulis Bahan Ajar</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-6061936550031231423?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/6061936550031231423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/guru-ideal-menulis-bahan-ajar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/6061936550031231423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/6061936550031231423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/guru-ideal-menulis-bahan-ajar.html' title='Guru Ideal: Menulis Bahan Ajar'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-3550298202478895777</id><published>2011-12-11T16:40:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:41:13.796-08:00</updated><title type='text'>Panduan Pementasan Drama</title><content type='html'>Tujuan utama mempelajari drama dan pementasan drama adalah pemahaman akan watak dan kepribadian tokoh yang akan kita perankan. Sebab, drama bukan sekadar pemaparan dan diskusi tentang konflik kehidupan tetapi ‘sebuah penciptaan kembali’. Aristoteles mengartikan ‘peniruan gerak’ dengan memanfaatkan unsur-unsur aktivitas kongkret: bahasa, gerak, posisi, ekspresi wajah, kostum, musik, tari, tatalampu, ataupun tatarias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berpijak pada pengertian pendidikan (mendidik-mengajar-melatih), hakikat pendidikan (membawa budaya ke dalam manusia muda dan membawa manusia muda ke dalam budaya), arah pendidikan (proses pemribadian dan pembudayaan), maka pendampingan pementasan drama adalah hadirnya pribadi-pribadi yang berpola pikir kreatif dan inovatif dengan sembilan kategori berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pribadi yang kreatif dan inovatif selalu siap menerima hal-hal baru dan terbuka untuk pembaharuan. Sikap ini berkait dengan pola tingkah laku yaitu keterbukaan hati dan pikiran sehingga mempunyai perspektif baru terhadap segala realitas yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pribadi yang kreatif dan inovatif selalu berprinsip dan bersikap sehingga tidak mudah diombang-ambingkan, tetapi mampu mempertimbangkan segala hal yang dihadapi. Berani berbeda pendapat demi kebenaran objektif setiap realitas yang dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pribadi yang kreatif dan inovatif selalu menyadari dwimatra dan trimatra hidup. Menyadari dwimatra hidup berarti siap untuk gagal-sukses, siap untuk bahagia-sengsara, siap untuk besuka-berduka, siap untuk dicintai-dibenci, siap untuk dikagumi-diremehkan, siap untuk dihargai-diremehkan. Menyadari trimatra hidup berarti menyadari hidup dalam bentangan masa lalu-masa kini-masa depan. Mereka menyadari masa lalu mengendap dan mengkristal pada penghayatan hidup masa kini, sedang masa kini merupakan ancang-ancang masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pribadi yang kreatif dan inovatif selalu berpegang teguh pada perencanaan, program kerja, dan target pencapaian. Segala sesuatu dipertimbangkan, diperhitungkan, dipilih, diputuskan, dan dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pribadi yang kreatif dan inovatif selalu menyadari keterbatasannya. Itu sebabnya sikap profesional selalu dtumbuhkembangkan dalam proses pemribadian dan pembudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pribadi yang kreatif dan inovatif selalu menyeimbangkan ketajaman analisis-intuisi-religi sehingga klasifikasi-klasifikasi kosmis dan nasib tergantikan dengan pertimbangan nalar, kebenaran, dan kepantasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pribadi yang kreatif dan inovatif selalu menempatkan manusia lain pada harkat dan martabatnya sebagai pribadi yang unik, utuh, otonom, satu, dan tertentu. Hal ini didasarkan kesadaran bahwa hanya melalui dan dengan orang lain ‘manusia dibentuk dan dijadikan’. Manusia hanya menjadi manusia bersama dan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pribadi yang kreatif dan inovatif selalu menempatkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pijakan pikiran, sarana, dan wujud pembaharuan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pribadi yang kreatif dan inovatif berorientasi pada prestasi dan sikap objektif.&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 02 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/film-and-theater-studies/2225098-panduan-pementasan-drama/#ixzz1gHCmE9Ha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-3550298202478895777?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/3550298202478895777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/panduan-pementasan-drama_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3550298202478895777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3550298202478895777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/panduan-pementasan-drama_11.html' title='Panduan Pementasan Drama'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-307355152233454742</id><published>2011-12-11T16:39:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:40:16.901-08:00</updated><title type='text'>Otodidak 25 Tahun Mengabdi Pendidikan di Kota Wali</title><content type='html'>Dengan rambut panjang sebahu, aku memasuki gerbang sekolah Santa Maria. Aku merasa ada yang aneh dari sorot mata orang-orang di pagi buta itu. Aku pikir mereka melihat ’pesakitan’-dengan rambut sebahu dengan menggendong ransel- memasuki gerbang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat ramah Suster Gaudentia OP menerimaku. Ada gelak tawa karena rambutku sebahu. Satu pertanyaan beliau tembakkan. Aku tersadarkan bahwa aku sedang berhadapan dengan suster pimpinan yayasan pendidikan. Bahwa aku sudah memutuskan untuk menjadi guru. Bahwa aku berprinsip ’Hidup bukan untuk uang, tetapi uang untuk hidup’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Anda dapat ngajar apa?” Pertanyaan yang tidak pernah aku bayangkan. (Memang aku belum membayangkan apa yang dapat aku ajarkan sebagai guru. Maksudku bidang apa yang akan aku pilih. Belum terpikirkan meski sudah berhadapan dengan suster pimpinan yayasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Terserah, Suster! Apa pun mau!” jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun sepakat. Aku ditugasi untuk mengajarkan bahasa dan sastra Indonesia. Suatu pilihan berisiko, aku sadari. Sedetik pun aku belum pernah studi bahasa Indonesia. Mengapa bukan filsafat? Bukankah anak-anak muda menjelang dewasa sangat butuh filsafat? Bukankah filsafat mendasari dalam pembentukan kepribadian dan kecerdasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah aku, 1 Juli 2007, genap 25 tahun aku mengabdi dunia pendidikan di Cirebon. Bersyukur karena boleh menikmati seperempat abad lebih aku baktikan hidupku dalam pemberdayaan dan pencerdasan anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur itu, aku tuangkan dalam buku kecil hidupku ‘Otodidak: 30 Tahun Mengajarkan Bahasa Indonesia’. Pasti, bukan kesombongan diri. Bukan narsistis. Bukan pula pertanda superior atau unjuk kehebatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku kecil hidupku ini merupakan peneguhan diri bahwa yang mustahil dapat menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sedetik pun aku tidak pernah studi bahasa dan sastra Indonesia tetapi 25 tahun mengajarkan bahasa Indonesia. Kedua, apa yang aku lakukan dalam keseharian diperhatikan dan dicermati masyarakat pers Cirebon sehingga tahun 2001 aku dihadirkan sebagai salah satu tokoh masyarakat Cirebon, tahun 2008 aku difigurkan sebagai guru professional. Ketiga, Departemen Pendidikan Nasional melibatkan dalam pertemuan bertaraf nasional: 1994, 2001, 2003, 2004, 2005, 2006. Keempat, eksistensiku sebagai ‘Guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMA’ menjadi sangat “sah” ketika aku diundang sebagai pembicara Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia” XXV Universitas Negeri dan Swasta se-Indonesia.&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 02 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2225101-otodidak-25-tahun-mengabdi-pendidikan/#ixzz1gHCSN8Hq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-307355152233454742?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/307355152233454742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/otodidak-25-tahun-mengabdi-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/307355152233454742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/307355152233454742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/otodidak-25-tahun-mengabdi-pendidikan.html' title='Otodidak 25 Tahun Mengabdi Pendidikan di Kota Wali'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-5611231170663547350</id><published>2011-12-11T16:38:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:38:55.778-08:00</updated><title type='text'>Mawar-Kaktus</title><content type='html'>Cinta mama yang kami dambakan telah hilang. Kata-kata Kahlil Gibram (Aku senang membaca buku-bukunya. Aku selalu memburu di toko buku. Semua buku Kahlil Gibran telah kulumat). ”Ibu adalah sumber cinta! Ibu adalah segala-galanya. Dialah penghibur kita dalam kesedihan. Tumpuan harapan kita dalam penderitaan. Daya kekuatan dalam kelemahan. Ibu adalah sumber cinta. Sumber belas kasihan dan ampunan. Barangsiapa kehilangan ibunya, hilanglah jiwa murni yang memberkati dan menjagainya siang-malam.” Telah lama hilang dari rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiona, adikku. Sibuk dengan pacarnya. Sibuk dengan tugas sekolah. Selalu ada yang Fiona lakukan di sekolah. Kerja kelompoklah. Diskusilah. Membuat laporanlah. Padahal, sebagai kakak, aku sangat paham. Fiona kesepian. Sangat kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sejak kapan. Aku tak ingat. Cermin di kamarku menjadi tempatku curhat. Menjadi teman akrab berbagi beban. Menjadi teman akrab mengurai kepedihan. Setiap hati dan jiwaku penat, aku pasti ada di depan cerminku. Kupandangi wajahku. Kulumat wajahku ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flora...Flora!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak salah, nama itu, diberikan padamu. Kenyataannya , kamu cantik. Anggun. Lembut. Seperti bunga. Mawar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, kamu bukan bunga lemah. Kamu punya duri. Pelindung segala kumbang pengganggu. Penghalau kupu-kupu pengisap madu. Namun, kini, kamu seperti mawar layu. Tak pernah, tersiram air sejuk kasih sayang. Tak pernah terjamah pupuk perhatian. Tak pernah tersentuh gunting pemangkas ranting usang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu mawar layu. Hampir mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...kamu ingin menjadi kaktus. Biar tak disiram, biar tak dipupuk, biar tak dipangkas, biar tak dirawat pun tetap bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kamu lelah. Sangat lelah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahmu, istanamu hanya dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumahmu adalah nerakamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang gampang marah. Papamu marah. Mamamu marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiona, adikkmu pun, gampang marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu terjepit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan terdorong ke tepi jurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar-Kaktus, sebuah novel remaja yang memikat. Ditulis dengan teknik sorot balik. Dengan bahasa yang ringan, sangat cocok untuk anak-anak remaja. Anak yang sedang mencari identitas. Anak yang ingin dipahami, dimengerti, dipercaya, dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang mawar-mawar itu menjadi kaktur. Terlebih dengan orangtua yang sibuk dengan pekerjaannya, dengan kegiatannya, dengan kesenangannya hingga anak-anak ditelantarkan dalam kasih sayang. Meski, segala keperluan dan kebutuhan terpenuhi namun toh, mawar-mawar berubah menjadi kaktus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 05 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2226284-mawar-kaktus/#ixzz1gHCCdDWV&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-5611231170663547350?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/5611231170663547350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/mawar-kaktus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/5611231170663547350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/5611231170663547350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/mawar-kaktus.html' title='Mawar-Kaktus'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-4240696106892801614</id><published>2011-12-11T16:37:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:37:48.525-08:00</updated><title type='text'>Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia</title><content type='html'>Penerapan Metode Surat Kabar Masuk Kelas, sebenarnya, sangat sederhana. Dapat diterapkan di mana pun, kapan pun, dan di sekolah mana pun. Syarat pertama dan utama guru-murid menentukan Surat Kabar lokal dan nasional yang akan dipilih. Berapa besar uang langganan dan apakah ada ’harga khusus untuk para murid’. Menghitung berapa besar jumlah uang yang harus dibayar oleh para murid setiap bulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut menjadi sangat penting dan perlu disepakati bersama sehingga tanggung jawab bersama tumbuh dan berkembang. Artinya, konsep dari murid, oleh murid, dan untuk murid menjadi realitas. Dalam diri murid tumbuh dan berkembang ’rasa memiliki surat kabar di kelasnya’ dan ’secara sadar’ akan memanfaatkan demi proses pemribadian, pencerdasan, dan pembudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pendidik harus berkemampuan untuk menunjukkan surat kabar lokal dan nasional yang representatif, objektif, santun dalam pemberitaan, berimbang, memiliki visi yang memberdayakan, beragam rubrik, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Kabar Lokal sangat dibutuhkan agar para murid memahami dan mengerti peristiwa, kejadian, kegiatan apa saja yang terjadi. Di satu sisi diibutuhkan agar mengenal konteks hidup dan konteks sosial masyarakatkan, sedang di sisi lain berkemampuan menangkap aspirasi dan inspirasi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Kabar Nasional sangat penting dan perlu bagi para murid agar memahami dan mengerti peristiwa, kejadian, kegiatan, gejala-gejala, serta wacana apa saja yang berkembang di tingkat nasional maupun internasional. Dengan memahami dan mengerti keadaan bangsa dan negara, dalam seluruh dimensi kehidupan (sosial, ekonomi, budaya, kesenian, tradisi, bahasa, falsafah, pendidikan, hukum, IPTEK) murid memiliki keluasan dan kedalaman bernalar, berafeksi, dan bersosialisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal penerapan Metode Surat Kabar Masuk Kelas, tahun ajaran 2007-2008, masih mengalami kesulitan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01. Budaya membaca belum menjadi suatu kebutuhan bagi para murid. Kebutuhan berlangganan surat kabar belum menjadi ‘gaya hidup keluarga’. Rata-rata setiap kelas hanya 6 atau 8 keluarga yang berlangganan surat kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02. Kedua, maraknya game-online lebih memikat sehingga menyita banyak waktu murid. Rata-rata murid laki-laki 2 hingga 4 jam bertahan bermain game-online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03. Ketiga, maraknya tawaran ’dunia hiburan’ yang lebih kuat menyodorkan ’rasa senang’ seperti mall, cafe, diskotik, karaoke, jasa internet’ dibandingkan ’keharusan duduk manis untuk membaca’;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Kabar Lokal yang saya pilih bersama ketua kelas X, XI, XII adalah Mitra Dialog Cirebon. Harian Mitra Dialog dipilih dengan alasan selain sebagai surat kabar tertua di Cirebon, berdiri sejak 1982, menghadirkan berita, peristiwa, realitas yang terjadi di Wilayah III Cirebon yang mencakup Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Kabar Nasional yang dipilih adalah harian Kompas. Selain surat kabar yang telah berusia lebih 60 tahun, rubrik-rubrik yang variatif, objektivitas, netralitas, tetapi juga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme kegiatan Surat Kabar Masuk Kelas terbagi dalam dua kategori: menemukan kata-istilah yang tidak dimengerti, memilih bidang yang diminati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Kabar disimpan oleh kelas masing-masing. Dalam satu bulan berjalan surat kabar dipertahankan tetap utuh. Artinya, para murid hanya diperbolehkan membaca dan mencatat kata atau istilah yang tidak dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata atau istilah yang tidak dimengerti diklasifikasikan berdasarkan bidang studi atau mata pelajaran yang dapat dibahasa pada saat KBM atau mencarinya melalui geogle. Siswa wajib menyimpan di blog masing-masing.&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 08 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2226828-inovasi-pembelajaran-bahasa-dan-sastra/#ixzz1gHBrtmF2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-4240696106892801614?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/4240696106892801614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/inovasi-pembelajaran-bahasa-dan-sastra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4240696106892801614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4240696106892801614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/inovasi-pembelajaran-bahasa-dan-sastra.html' title='Inovasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-8542658115206652758</id><published>2011-12-11T16:36:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:36:43.644-08:00</updated><title type='text'>Pengantar Antropologi</title><content type='html'>Hingga kini, orang memahami budaya dan kebudayaan sekadar hasil. Budaya dan kebudayaan sekadar dipahami sebagai bangunan kuno, tarian, lukisan. Kita lupa bahwa kebudayaan adalah suatu proses. Proses berpikir, proses merasa, dan proses bertindak baik sebagai pribadi maupun sebagai masyarakat-bangsa-negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya sebagai penciptaan dan perkembangan nilai meliputi segala apa yang ada dalam fisik, pribadi, dan sosial yang disempurnakan untuk realisasi pemanusiaan, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok dalam masyarakat. Usaha pembudayaan selalu berlanjut ke wujud yang lebih sempurna dan tiak akan berakhir. Dalam hal ini, tentu saja, bukan jumlah kuantitatif atau kualitatif nilai-nilai yang menjadi ukuran kemajuan wujud budaya, melainkan sintesis atau konfigurasi nilai-nilai dalam kehidupan kongkret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud budaya sebagi himpunan gagasan merupakan wujud yang paling abstrak karena himpunan gagasan berbeda dalam pikiran setiap pribadi. Itu sebabnya wujud budaya sebagai suatu himpunan gagasan sering disebut sistem budaya (cultural system).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sistem himpunan, gagasan hanya dapat dipelajari, diinternalisasikan, didarahdagingkan, dikomunikasikan, dan berlangsung terus-menerus. Budaya sebagai himpunan gagasan disebut budaya subjektif (covert culture). Perwujudan kongkret sistem budaya tampak dalam kesehatan badan, penghalusan perasaan, kecerdasan budi dengan kecakapan mengomunikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat sifatnya yang tidak tampak maka kita berhadapan dengan realisasi dalam sistem nilai budaya, pandangan hidup, etika, ideologi, dan sistem norma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud budaya sebagai sejumlah perilaku berpola menjadi lebih kongkret karena tampak dalam perilaku manusia yang saling berinteraksi dalam suatu masyarakat. Budaya sebagai wujud perilaku berpola disebut juga sistem sosial karena dapat diamati, didokumentasi, dipotret, bahkan difilmkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wujud sistem budaya, budaya tidak hanya terdiri atas upacara atau ritus, tetapi juga perilaku manusia dan kebiasaan keseharian seperti makan, berbicara, bekerja, beristirahat, menulis, berdoa, dsb. Termasuk juga perilaku agresif seperti marah, bertengkar, berkelahi, atau berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam antropologi pengertian budaya adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Itu sebabnya, seluruh tindakan dibiasakan dengan belajar atau internalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar Antropologi sangat layak sebagai bahan refleksi anak-anak muda menjelang dewasa hingga berkemampuan berproses untuk menemukan jati diri, integritas, maturitas, dan nasionalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 11 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2227775-pengantar-belajar-antropologi/#ixzz1gHBcFxU5&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-8542658115206652758?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/8542658115206652758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/pengantar-antropologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8542658115206652758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8542658115206652758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/pengantar-antropologi.html' title='Pengantar Antropologi'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-4234736451005236675</id><published>2011-12-11T16:34:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:35:33.851-08:00</updated><title type='text'>Catatan-Catatan tentang Amir Hamzah</title><content type='html'>Bersyukurlah saya menyimpan buku catatan rekan-rekan seperjuangan Amir Hamzah yang diterbitkan tahun 1955 oleh Jawatan Kebudayaan, Yogyakarta. Dalam buku terdapat kesan 10 teman seperjuangan Amir Hamzah. Mereka itu adalah Musa, Dada Meuraxa, Anwar Dharma, Karlan Hadi, Bakri Siregar, Ghazali Hasan, L.K. Bohqng, Asrul Sani, Armijn Pane, dan Achdiat Karta Mihardja. Salah satu buku langka yang saya miliki dalam perpustakaan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepuluh teman seperjuangannya menyampaikan kesan tentang siapa, apa,mengapa, bagaimana, di mana, kapan Amir Hamzah, ”Raja Penyair Pujangga Baru” ini, berkiprah tidak hanya dalam bidang sastra-budaya tetapi juga dalam memperjuangkan harkat dan martabat bangsa. Sebuah buku ’in memoriam’ yang layak dibaca oleh seluruh anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir Hamzah lahir di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, 28 Februari 1911. Beliau meninggal 19 Maret 1949 dalam peristiwa ’revolusi sosial’. Pendidikan terakhir adalah kandidat sekolah Hakim Tinggi di Jakarta. Bersama Sutan Takdir Alisyahbana dan Armijn Pane mendirikan majalah Pujangga Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir Hamzah terpaksa pulang, dengan meninggalkan pendidikan dan perjuangan, mematuhi panggilan pamannya untuk dinikahkan dengan salah satu putri kesultanan Langkat. Ia pun meninggalkan rekan-rekannya, kekasihnya, pendidikannya, perjuangannya, kepenyair-annya. Tidak heranlah bila ’duka kalbu’ mendasari puisi-puisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesendirian dan kesunyian jiwa terlahir Buah Rindu (1931) berisikan penyesalan, rintihan, kekecewaan. Tahun 1937 lahrilah kumpulan puisi yang kedua, Nyanyi Sunyi (1937), yang merupakan kelanjutan ’ungkapan jeritan hati’ dalam Buah Rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam Nyanyi Sunyi ia meratap karena kehilangan segalanya, dalam Buah Rindu ia menyerahkan segalanya kepada kekasih-Nya; Tuhan Yang Mahabesar. Sebab, ia sadar bahwa semua orang harus kembali kepada-Nya, ”Habis kikis/Segla cintaku hilang terbang/Pulang kembali aku padamu/Seperti dahulu//”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir Hamzah tetap tabah menyerahkan segala duka-nestapa karena percaya, ”Kaulah kandil kemerlap/pelita jendela di malam gelap/melambai pulang perlahan/sabar setia selalu//”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai insan beriman Amir Hamzah menerima segala kegagalan. Kehendak Tuhan harus dilaksanakan. Sehingga, dalam menunggu “hujan, topan, dan angin’ Amir Hamzah tetap ‘pasrah’ pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat layak jika buku langka ini diterbitkan ulang oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan menjadi bacaan wajib anak-anak SMP-SMA. Semoga..&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 24 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2232398-catatan-catatan-tentang-amir-hamzah/#ixzz1gHBH8JvX&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-4234736451005236675?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/4234736451005236675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/catatan-catatan-tentang-amir-hamzah_11.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4234736451005236675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4234736451005236675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/catatan-catatan-tentang-amir-hamzah_11.html' title='Catatan-Catatan tentang Amir Hamzah'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-1830401560860114736</id><published>2011-12-11T16:33:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:34:18.074-08:00</updated><title type='text'>Anne Frank</title><content type='html'>Tahun 1958 terbitlah buku Anne Frank. Begitu terbit buku itu sangat diminati sehingga langsung diterjemahkan dalam 20 bahasa. Judul buku diambil dari nama penulisnya, Anne Frank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anne Frank adalah seorang gadis, 14 tahun, yang bersembunyi disotong rumah hmapir 4 tahun. Anne bersembunyi bersama orang tuanya. Mereka terpaksa mengungsi karena kebengisan Nazi terhadap kaum Yahudi. Dan, dalam pengungsian itulah Anne Frank menuliskan kegelisahan, ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, kerinduan, harapannya dalam buku harian. Seluruh perasaan tercurahkan dalam lembar-lembar yang rapi lengkap dengan hari, tanggal, bulan, dan tahun. Seekor kucing yang bernama Kittie menjadi sahabat ’curhatnya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anne Frank sendiri tidak merasakan ’nikmatinya’ menjadi penulis besar. Sebab, bersama ibu dan kakaknya Anne Frank meninggal dalam kebengisan ’camp pembuangan’. Buku harian Anne Frank pun difilmkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah buku harian itu? Bagaimana menulis buku harian? Dan, apakah manfat buku harian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku harian adalah buku yang memuat catatan peristiwa atau kejadian yang dialami setiap hari. Pasti, setiap orang akan mengalami seribu satu peristiwa atau kegiatan yang kita lakukan dari bangun tidur hingga ’berangkat tidur’. Pasti, ada beraneka ragam peristiwa atau kegiatan: suka-duka, gagal-sukses, bahagia-sengsara, cinta-benci, diterima-ditolak, dicari-dilupakan, dikagumi-dilecehkan, dipuji-dihina. Pasti, tidak semua peristiwa atau kejadian diabadikan dalam buku harian.&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 25 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2232536-anne-frank/#ixzz1gHB2wG3X&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-1830401560860114736?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/1830401560860114736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/anne-frank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1830401560860114736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1830401560860114736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/anne-frank.html' title='Anne Frank'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-8878400188002965123</id><published>2011-12-11T16:32:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:33:23.890-08:00</updated><title type='text'>Mutiara-Mutiara</title><content type='html'>Mutiara-Mutiara adalah buku cerita anak. Ditulis oleh JS Kamdhi. Diterbitkan oleh Penerbit Bina Rena Pariwara, 1993. Diinpreskan untuk jangka waktu 10 tahun. Mutiara-Mutiara adalah buku cerita anak terbaik tingkat nasional, 1992. Sebagai Juara I lomba buku cerita anak yang diselenggarakan oleh Departemen kebudayaan yang diikuti sekitar 350 penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara-Mutiara mengisahkan Anto, sebagai tokoh utama, murid kelas V SD Sukapura. Ia harus membanting tulang menyokong ekonomi keluarganya. Hal itu dilakukan karena ayahnya, yang berprofesi sebagai tukang becak menderita lumpuh. Lumpuh karena kecelakaan yang dialami saat mengayuh becaknya tertabrak mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anton membanting tulang. Meringankan beban orangtuanya. Mengambil alih pekerjaan ayahnya yang kini tak berdaya. Ia tidak pernah mengeluh. Pekerjaan rutin setiap hari dijalani dengan besar hati. Memulung barang bekas, sekolah, menyemir sepatu, dan belajar. Tak ada waktu untuk Anto berlarian dengan teman sebaya untuk bermain. Tak ada kesempatan untuk Anto bermain bola, kelereng. Tak ada waktu tersisa untuk bermain laying-layang. Tak ada Kura-kura Ninja, Pendekar sakti, atau film-film kartun kesukaan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anto hari-hari adalah bekerja. Kerja mengumpulkan karton, kardus, atau apa saja untuk diuangkan pada Pak Engkus di Gunungsari. Hari-hari Anto adalah berebut rezeki dengan teman sebaya di stasiun, rumah makan untuk menawaran jasa membersihkan sepatu. Hari-hari Anto adalah menekuni setiap mata pelajaran dengan lampu minyak tanah setelah seharian memeras tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah Anta tidak pernah rendah diri. Meski, cemooh, ejekan, selalu menimpanya. Semua diterima dengan tulus. Anto banyak menghabiskan waktu di perpustakaan. Membaca buku apa pun yang ada. Tak mengherankan pengetahuan luas. Wawasan seluas samodra meski tak punya fasilitas dan saran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan inilah yang menghantarkan Anto memenangi Pelajar Teladan untuk tingkat kota dan Propinsi. Ketulusan memberikan yang terbaik pada orangtua dan adiknya dengan bekerja-sekolah-belajar Anto mendapatkan ‘bea siswa’ . Berkat kerja keras dan belajar tekun itulah Anto dan ayahnya berangkulan dan dimuat di Koran kota. Ketekunan, ketulusan, kerja keras Anto menyadarkan temah-teman sekelas dan satu sekolah. Giat belajar dan membaca menjadikan sekolah Anto menjadi sekolah unggulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang layak menjadi bacaan wajib anak-anak Sekolah Dasar. Hingga termotivasi untuk menjadikan membaca sebagai suatu kebutuhan. Ada penerbit atau perorangan yang bersedia menerbitkan MUTIARA-MUTIARA, sebab masa kontrak dengan Bina Rena Pariwara telah habis tahun 2005…&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 25 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2232617-mutiara-mutiara/#ixzz1gHAmo9Rb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-8878400188002965123?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/8878400188002965123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/mutiara-mutiara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8878400188002965123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8878400188002965123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/mutiara-mutiara.html' title='Mutiara-Mutiara'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-5475488922358097388</id><published>2011-12-11T16:31:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:32:19.180-08:00</updated><title type='text'>Proverbia Latina</title><content type='html'>Proverbia Latina: Pepatah-pepatah Bahasa Latin B.J. Marwoto dan H. Witdarmono.2004 (cetak II: 2006).376.ISBN: 976-709-154-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap bahasa, pepatah mempunyai peran sangat penting. Tidak hanya makna yang terkandung di dalamnya, tetapi juga menunjukkan kualitas dan ekstensitas sumber daya manusia. Di dalam setiap pepatah selalu hadir nilai-nilai humaniora, nilai-nilai etika, nilai-nilai moral, bahkan nilai religiositas. “Kalau takut dilimbur pasang jangan berumah di tepi pantai” mengisyarakatkan agar kita berani menghadapi setiap tantangan-hambatan-kesulitan-cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proverbia Latina: Pepatah-pepatah Bahasa Latin yang ditulis oleh B.J. Marwoto dan H. Witdarmono menambah khazanah pepatah dalam berinteraksi sosial. Sebab, pepatah mampu menyederhanakan sebuah sikap-nilai-prinsip-ajaran sehingga mudah dicerna. Membaca dan merefleksikan pepatah berarti berkemampuan memahami tatanilai baru, paradigma baru, sikap baru, dan orientasi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itulah yang mendasari penyusun menghadirkan Proverbina Latina. Diawali dengan petunjuk penggunaan Buku: mengingat bahasa latin menjadi induk bahasa dan tidak lagi diajarkan sekolah-sekolah umum. Tersusun secara alfabetis, dengan huruf tebal (bold) disertai penjelasan atau pengartian dan pengertian dengan dicetak miring (italic). Dan, yang menarik disodorkan sebuah pengartian dan pengertian bebas. Pengartian dan pengertian yang kontekstual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Proverbina Latina dibandingkan dengan buku-buku kumpulan pepatah adalah lengkapnya referensi dan perihal kebahasaan bahasa latin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkapnya referensi terindikasikan dengan adanya latar belakang baik berkait dengan sejarah maupun tokoh yang menggunakannya. Di samping itu, tersodorkan pula sinonim-sinonim atau bentuk-bentuk pepatah lain dalam konteks dan problematika yang mirip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkait dengan kebahasaan bahasa latin kita disodori pengetahuan dasar bahasa latin. Pertama, tentang deklinasi yang menjadi ciri khas bahasa latin untuk semua kata benda. Artinya, bentuk kata benda akan berubah berkait dengan konteks pemakaiannya. Kedua,konyugasi yakni perubahan kata kerja baik karena pelaku (dalam bahasa Perancis juga kita temukan). Adanya index sangat membantu untuk mencari hal-hal yang kita perlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang sangat menarik untuk guru bahasa, siswa, mahasiswa, bahkan mereka yang berkecimpung dalam pencerdasan-pemberdayaan-pencerahan. Pun sangat penting untuk para penulis baik penulis tetap maupun penulis lepas.&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 25 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2232650-proverbia-latina-pepatah-pepatah-bahasa/#ixzz1gHAQ5ka4&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-5475488922358097388?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/5475488922358097388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/proverbia-latina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/5475488922358097388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/5475488922358097388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/proverbia-latina.html' title='Proverbia Latina'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-7941459333966228315</id><published>2011-12-11T16:30:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:30:51.556-08:00</updated><title type='text'>Sastra Peranakan Tionghoa</title><content type='html'>Siapakah yang belum mengenal Abdul Hadi W.M., Arief Budiman, Marga T, atau Mira W.? Abdul Hadi W.M, adalah penyair kesohor dengan puisi-puisi reflektif-religius. Arief Budiman adalah tokoh budayawan yang ikut membidani lahirnya Manifes Kebudayaan. Marga T adalah novelis produktif hingga beberapa novelnya pernah difilmkan. Demikian juga dengan Mira W. novelis yang handal dengan beberapa novel yang juga telah difilmkan. Mereka berempat hanya sebagian penerus ‘sastrawan-budayawan peranakan Tionghoa’ yang telah mewarnai sejarah sastra dan budaya Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leo Suryadinata, selaku penyunting buku Sastra Peranakan Tionghoa Indonesia, mencoba menghadirkan tokoh-tokoh sastrawan dan karya-karya mereka secara runtut dari tahun 1870 hingga 1966. Buku setebal 392 halaman itu terbagi menjadi dua bagian: kajian umum dan kajian khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian umum menghadirkan 4 tulisan: 2 tulisan dibuat oleh Leo Suryadinata dengan judul Dari Sastra Peranakan ke Sastra Indonesia dan Cerita Silat Tionghoa di Indonesia: Ulasan Ringkas. Satu tulisan disajikan oleh Jakob Sumardjo dengan judul Latar Sosiologis Sastra Melayu Tionghoa. Dan, satu tulisan depersembahkan oleh Claude Salmon dengan menggarap judul Masyarakat Pribumi Indonesia di Mata Penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian Khusus menghadirkan 4 kajian: 2 kajian dikerjakan oleh Myra Sidharta, satu tulisan oleh Claude Siman, dan satu tulisan oleh Monique Zaini Lajoubert. Claude Salmon menghadirkan kajian Asal-Usul Novel Melayu Modern. Monique Zaini Lajoubert dengan mengupas Syair Cerita Siti Akbari. Sedangkan Myra Sidharta menghadirkan kajian Kwee Tek Hoay: Pengarang Serbabisa dan Tan Hong Boen: Pengarang Seribu Wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya kreatif Sastrawan Peranakan Tionghoa tidak hanya beragam dalam bentuk tetapi juga dalam tema. Mereka bukan hanya menerbitkan dalam bentuk buku tetapi juga dimuat bersambung dalam majalah sastra yang mereka dirikan seperti “Penghidupan’ dan ‘Cerita Roman’. Bahkan, sebelum sastra Indonesia lahir, Sastrawan Peranakan Tionghoa telah menyodorkan novel-novel modern yang mengupas permasalahan kawin campur antarsuku seperti karya Thio Cin Boen (1885-1940) dengan dua novel yang kesohor Cerita Oey Se (1903) dan Cerita Nyai Sumirah (1917) yang tidak kalah bernilainya dengan Azab dan Sengsara atau Sitti Nurbaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya sastra yang paling spektakuler ditulis oleh Kwee Tek Hoay yang berjudul ‘Drama di Boeven Digul’ setebal 718 halaman. Sebelum diterbitkan buku ini dimuat bersambung hingga memakan waktu 3 tahun: dari 1929 hingga 1931.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra Peranakan Tionghoa Indonesia, karya Leo Suryadinata, layak menjadi referensi pelajar dan mahasiswa hingga membuka cakrawala baru tentang sejarah sastra dan budaya Indonesia. Sastrawan Peranakan Tionghoa mempunya andil besar dalam pertumbuhan-perkembangannya.&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 30 Nopember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2234223-sastra-peranakan-tionghoa-indonesia/#ixzz1gHA6XgXl&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-7941459333966228315?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/7941459333966228315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/sastra-peranakan-tionghoa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/7941459333966228315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/7941459333966228315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/sastra-peranakan-tionghoa.html' title='Sastra Peranakan Tionghoa'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-1127973249657425000</id><published>2011-12-11T16:29:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:29:29.627-08:00</updated><title type='text'>Les Femmes Saventes</title><content type='html'>Bersyukurlah saya karena dari koleksi buku, selama ini, terdapat karya “Empu Komedi dalam Kesusastraan Barat, Jean Baptiste Poquelin, dengan nama panggung Moliere. Buku berjudul ‘Les Femmes Savantes ‘ dipentaskan pertama kali pada 11 Maret 1672, 10 bulan sebelum Moliere meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah berapa kali saya telah membacanya, saya tidak mengingatnya. Namun, sehabis membacanya selalu terbersit “roh kreatif Moliere”: tu dois faire et donner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molier adalah creator komedi modern Perancis. Les Femmes Savantes merupakan salah satu karya spektarulernya. Saya sangat kagum. Betapa tidak? Dalam waktu 14 tahun malang-melintang dalam dunia pentas dengan 85 pementasan, 31 naskah Moliere tulis sendiri. Artinya, dalam satu tahun Molier pentas sebanyak 6 kali, Dalam satu tahun, ia menulis 2 naskah pentas. Sebuah prestasi luar biasa dengan konteks kehidupan pada abat ke-17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molier dilahirkan di Paris, Perancis, 15 Januari 1622. Dalam usia 51 tahun, sepekan setelah pementasan “Le Malade Imaginaire (10 Februari 1673) Molier meninggal dunia, 17 Februari 1673.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tercintanya, Marie Cresse, meninggal saat Moliere berusia 10 tahun. Sehingga, bisa dipahami, apalagi Moliere tidak begitu dekat dengan ayahnya, Jean Poquelin, tragedi menjadi tema-tema drama Moliere. Humor, satire menjadi sarana Moliere untuk ‘menjadi saksi kebenaran’ dalam mengungkap kemunafikan, kritik social. Tak mengherankan ada beberapa naskah yang dilarang untuk dipentaskan. Sekadar menyebut contoh, “Le Tartuffe ou L’Imposteur” atau “Dom Juan ou Festin de pierre”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Les Femmes Savantes terdiri dari lima babak. Menceritakan Henriette dan Clitandre. Sepasang kekasih yang mendapat dukungan dari sang ayah, tetapi mendapat halangan dari sang ibu. Babak pertama dimulai kegalauan Henriette. Ia meminta pada Clitandre agar meminta restu pada calon ibu mertua. Konflik pun mengalir hingga babak kelima Henriette harus kecewa karena cinta hanya dipahami sebatas uang saja. Kelebihan Les Femmes Savantes adalah kritikan atau satire pada pendidikan untuk kaum perempuan Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui bahwa kehadiran Moliere sangat berpengaruh pad masa restorasi Perancis pada abad 19. Kelompok-kelompok teater di Perancis dan Inggris meniru gaya, tema, dan bentuk pentas Moliere. Sayang, buku-buku Moliere yang telah diindonesiakan sangat terbatas, hingga tidak dapat menjadi komparasi dalam berteater. Meski, ada beberapa pentas teater yang mengadaptasi karya Moliere.&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 01 Desember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2234641-lea-femmes-savantes/#ixzz1gH9nlS00&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-1127973249657425000?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/1127973249657425000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/les-femmes-saventes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1127973249657425000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1127973249657425000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/les-femmes-saventes.html' title='Les Femmes Saventes'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-8483154180824351522</id><published>2011-12-11T16:27:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:28:20.698-08:00</updated><title type='text'>World on Fire</title><content type='html'>Saya beruntung, 7 tahun yang lalu, 28 April 2004, salah satu mantan murid, sehabis melawat ke Amerika, mengantar ‘buah tangan’ berupa buku. Seolah, mantan murid itu, tahu apa yang sedang saya pikirkan dan impikan yaitu “World on Fire” karya Amy Chua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, ternyata ketika saya baca ulang buku setebal 348 halaman, tersusun dengan pendahuluan, bagian pertama yang mengulas The Economic Impact of Globalization dengan 4 rincian (Rubies and Rice Paddies, Llama Fetuses, The Sevent Oligarch, The Ibo of Careroon ), bagian kedua yang mengupas The Political Consequenses of Globalization, dengan 4 rincian (Backlash against Market, Backlash against Democracy, Backlash against Market Dominant Minorities, dan Mising Blood), dan bagian ketiga yang membahas Ethononationalism and the West, juga dengan 4 rincian (The Underside of Western Free Market Democracy, The Middle Eastern Cauldron, Why They Hate Us, dan The Future of Free Market Cemodcracy) masih sangat relevan. Tidak hanya untuk Indonesia dan Asia Tenggara, tetapi juga menjadi permasalahan dunia: minoritas yang dominan dalam pasar era global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;World on Fire dimulai dengan pengalaman tragis, yang mendasari pembahasan minoritas yang dominan dalam pasar era global. Peristiwa dibunuhnya Leona, tante Amy Chua, seolah menjadi pembenaran Amy Chua bahwa “minoritas yang dominan dalam panguasan perekonomian berkonsekuensi logis pada kecemburuan social.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didukung observasi dan data akurat hampir di seluruh pelosok dunia “World on Fire” menjadi “refleksi” bagaimana mengurai korelasi “minoritas etnis yang dominan dalam ekononomi” dengan “mayoritas etnis yang miskin”. Kegagalan mengelola kontradiktif akan melahirkan kerusuhan social: Serbia (1990), Rwanda (1994), Indonesia (1998), Israel (1998). Dalam konotasi yang sama, kejadian pengeboman ‘menara kembar” Amerika (2001) merupakan indicator dominasi minoritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tujuh tahun World on Fire masih tetap relevan dan penting. Selayaknya menjadi referensi bagi para penguasa di seluruh dunia agar berkemampuan menyeimbangkan “dominasi minoritas etnis bidang ekonomi” dengan “mayoritas miskin yang dominan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah “Word on Fire” menjadi bestseller versi New York Time, Business Week dan buku terbaik tahun 2003, Amy Chua menulis “ Day of Empire : How Hyperpowers Rice to Global” (2007), dan “Battle Hymn of the Tiger Mother “ (2011). Ibu dua anak yang lahir tahun 1962 ini layak mendapat hadiah nobel perdamaian karena sumbangan pemikiran yang tajam dan akurat ‘bagaimana menjinakkan pasar bebas para era globalisasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 02 Desember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2235126-world/#ixzz1gH9X6dfm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-8483154180824351522?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/8483154180824351522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/world-on-fire.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8483154180824351522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8483154180824351522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/world-on-fire.html' title='World on Fire'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-3195655730301796357</id><published>2011-12-11T16:26:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:27:22.457-08:00</updated><title type='text'>Anda Luar Biasa</title><content type='html'>Anda Luar Biasa, oleh Eni Kusuma, Cetakan I, 2007, Fivestar Publishing, 154 +xix: 978-979-1 5887-0-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan judulnya, memang buku yang Luar biasa. Betapa tidak? Eni Kusuma tidak berpendidikan tinggi. Semasa kecil pemalu, minder, dan gagap. Bukan dari keluarga berada dan berpangkat. Rumahnya pun di pinggiran Banyuwangi. Bau ‘anyir sampah’ menjadi ‘parfum’ setiap tarikan napas. Selepas SMA Megeri 1 Banyuwangi, melamar pekerjaan di kota kelahirannya demi mengangkat perekonimian keluarga. Namun, tak ada yang memperhatikan. Bahkan, cemooh yang Eni Kusuma peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eny pun berketetapan untuk menjadi TKW. Hongkong sebagai pilihan untuk mengubah nasibnya. Pada awal sebagai ‘pembantu rumah tangga ’ yang ‘seabreg’ pekerjaan, cemooh, gertakan, kemarahan,hinaan menjadi bagian hidup Eny. Dan, “Dasar Indonesia goblok!” memicunya untuk bangkit: meski hanya pembantu harus mampu tunjukkan yang luar biasa pada majikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda Luar Biasa, adalah bukti bahwa ‘pembantu rumah tangga’ dapat berprestasi dan dikenal dunia. Buku setebal 154 halaman itu diawali dengan ucapan terima kasih Eni Kusuma kepada pendiri webside Pembelajaran.Com yang juga motivator ternama dan penulis buku-buku bestseller Andrias Harifa, Motivator Andrie Wongso, Tung Desem Waringin, Andrew H., sera sederet motivator, penulis, pemimpin redaksi, bahkan sastrawan yang telah menjadi “guru” Eni Kusuma baik dengan email maupun dengan milis. Pengantar buku ditulis oleh Jennie S.Bev, penulis buku Rahasia Sukses Terbesar, yang kini tinggal di San Fransisco Bay Area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ‘ucapan terima kasih’ dan ‘pengantar’, Eni Kusuma mengantar dengan pendahuluan singkat. Di dalamnya terungkap bahwa sukses menjadi kerinduan hakiki setiap orang. Sukses merupakan ‘fokus pergumulan hidup manusia. Untuk mencapai sukses, setiap orang harus berjuang” mengisi otak” dengan “harapan dan cita-cita”. Eny Kusuma menempuh dengan menghabiskan waktunya dengan membaca. Membaca menjadi kebutuhan bagi ini hingga waktu istirahat sejak SD hingga SMA dihabiskan untuk ‘melumat isi buku’ yang ada di perpustakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda Luar Biasa, terdiri atas 26 judul tulisan yang disusun sedemikian rupa sehingga sehabis membacanya, kita diyakinkan dan diteguhkan untuk selalu berubah, bertumbuh, berkembang, dan berbuah. Di awali dengan refleksi Jalur A dan Jalur B, Pilih Mana?, dan diakhiri dengan refleksi Revolusi Babu. Tidak yakin dan percaya? Bacalah Anda Luar Biasa sehingga sunguh-sungguh luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Anda Luar Biasa karya ‘seorang pembantu rumah tangga atau babu’ yang hanya lulusan sekolah menengah atas tetapi pujian kita temukan di sampul depan dalam, sampul belakang luar dalam. Tidak hanya para motivator dan penulis buku bestseller (sekadar menyebut beberapa nama: Andrie Wongso, Tung Desem Waringin, Andrias Harefa), editor, sastrawan, pemimpin redaksi, pengusaha, psikolah, dan bahkan Konsul Penerangan Sosial Budaya, KJRI Hongkong menuliskan pujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang layak di baca oleh anak-anak muda yang sedang berproses merentang masa depan: Anda Luar Biasa!!&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 05 Desember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2235913-anda-luar-biasa/#ixzz1gH9Gar1V&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-3195655730301796357?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/3195655730301796357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/anda-luar-biasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3195655730301796357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3195655730301796357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/anda-luar-biasa.html' title='Anda Luar Biasa'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-6933776315970565324</id><published>2011-12-11T16:25:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:26:13.614-08:00</updated><title type='text'>Rumah Kaca</title><content type='html'>Pramoedya Ananata Toer adalah pengarang besar. Cerdas, kritis, dan memiliki ”licentia poetica” tinggi. Saat-saat ”gersang’ dalam pembuangan di Pulau Buru lahir karya-karya besar yang masuk nominasi penerima Nobel bidang kesusastraan.. Meski selama masa penahanannya di Pulau Buru, namun tetap mengatur untuk menulis serial karya terkenalnya yang berjudul Bumi Hangus, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. serial 4 kronik novel semi-fiksi sejarah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengarang besar, ada 5 buku yang mengupas tuntas tentang sispa-mengapa-bagaimana Pramoedya Ananta Toer, sastrawan kelahiran Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 dan meninggal di Jakarta, 30 April 2006 pada umur 81 tahun. Pertama, Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja, oleh Bahrum Rangkuti, diterbitkan Gunung Agung. Pramoedya Ananta Toer dan Karja Seninja, oleh Bahrum Rangkuti (Penerbit Gunung Agung. Kedua, Citra Manusia Indonesia dalam Karya Pramoedya Ananta Toer, oleh A. Teeuw diterbitkan Pustaka Jaya. Ketiga,Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis, oleh Eka Kurniawan diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Keempat,Membaca Katrologi Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer, oleh Apsanti Djokosujatno diterbitkan Tera Indonesia. Kelima,Pramoedya Ananta Toer dan Manifestasi Karya Sastra, Daniel Mahendra, dkk diterbitkan Penerbit Malka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Kaca, terbagi dalam 14 episode. Seperti tiga novel sebelumnya ’kecerdasan’ Pramoedya Ananta Toer memang luar biasa. Ketelitian, kecermatan, kelengkapan memanfaatkan fakta sejarah menunjukkan keunggulannya sebagai sastrawan besar hingga secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Pramoedya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pada ketiga novel sebelumnya Bumi Hangus, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah didominasi tokoh Minke sebagai tokoh utama. Minke sebagai representasi tokoh pers (R. M. Tirto Adi Suryo) pada masa awal kebangkitan nasional berjuang melawan colonial yang menyengsarakan rakyat. Dalam ke-14 bagian Rumah Kaca, terjadi pergeseran tokoh utama Pangemanann, meski pada baian akhir buku ketiga, Pangemanann telah dimunculkan sebagai antagonis Minke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1988 hingga tahun 2000 tercata penghargaan pada Pramoedya Ananta Toer sebanyak 11 kali. Satu di antaranya berasal dari Indonesia, yaitu tahun 1996 dari Partai Rakyat Demokratik Award, “hormat bagi Pejuang dan Demokrat Sejati”. Selebihnya, dari luar negeri: Amerika Serikat, sebanyak 5 kali, Perancis menganugerahkan 2 kali penghargaan, Belanda-Jepang-Filipina satu kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 07 Desember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2236432-rumah-kaca/#ixzz1gH8zAz88&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-6933776315970565324?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/6933776315970565324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/rumah-kaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/6933776315970565324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/6933776315970565324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/rumah-kaca.html' title='Rumah Kaca'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-1210967473515866884</id><published>2011-12-11T16:24:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:25:14.348-08:00</updated><title type='text'>Sastra dan Religiositas</title><content type='html'>Sastra dan Religiositan ditulis oleh Y.B. Mangun Wijaya (alm) yang merupakan salah satu orang Indonesia yang multidimensional. Lahir di Ambarawa, Kabupaten Semarang, 6 Mei 1929. Wafat karena serangan jantung, setelah memberikan ceramah dalam seminar Meningkatkan Peran Buku dalam Upaya Membentuk Masyarakat Indonesia Baru di Hotel Le Meridien, Jakarta, 10 Februari 1999 pada umur 69 tahun, dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, sastrawan, mantan tentara pelajar, filsuf, dosen, pedagog, arsitek, penulis, aktivis, dan pembela kaum marginal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Revolusi Y.B. Mangun Wijaya, yang akrab dipanggil Romo Mangun 1945 menjadi prajurit TKR Batalyon X divisi III. Bertugas di asrama militer di Benteng Vrederburg, lalu di asrama militer di Kotabaru, Yogyakarta. Ikut dalam pertempuran di Ambarawa, Magelang, dan Mranggen. Tahun 1946, Romo Mangun menjadi prajurit Tentara Pelajar, pernah bertugas menjadi sopir pendamping Panglima Perang Sri Sultan Hamengkubuwono IX memeriksa pasukan, STM Jetis. Tahun 1947, saat Agresi Militer Belanda I, tergabung dalam TP Brigade XVII sebagai komandan TP Kompi Kedu, serta menyelesaikan pendidikan STM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kuliah kuliah di ITB, Teknik Arsitektur, 1959, Romo Mangun ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Albertus Soegijapranata. Setelah itu, berturut-turut belajar di Jerman dan Amerika: Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman (1960-1966), Fellow Aspen Institute for Humanistic Studies, Colorado, AS (1978).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan yang pernah Romo Mangun terima antara lain: Penghargaan Kincir Emas untuk penulisan cerpen dari Radio Nederland, Aga Khan Award for Architecture untuk permukiman warga pinggiran Kali Code, Yogyakarta, Penghargaan arsitektur dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk tempat peziarahan Sendangsono, Pernghargaan sastra se-Asia Tenggara Ramon Magsaysay pada tahun 1996. Buku yang pernah ditulis sebanyak 36 buku, buku mengenai Romo Mangun ada 9 buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra dan Religiositas, masih menjadi buku unggulan dalam mengulas karya sastra. Artinya, setelah hampir 30 tahun terbit, belum ada buku ulasan sastra yang serupa. Ulasan yang ada masih bersifat konvensional, sekadar mambahas keilmiahan (berkait dengan unsur-unsur intrinksik dan ekstrinksi) dan kesungguhan (berkait dengan nilai, amanat, atau pesan ) suatu karya sastra. Padahal, merunut hakikatnya, karya sastra adalah ungkapan dorongan insani yang sesuai dengan kodrat insanian manusia sehingga menghadirkan keindahan dan kegunaan. Di dalamnya tersurat dan tersirat kelima kerinduan manusia: (1) kerinduan mengungkapkan diri, (2) kerinduan untuk berinteraksi dengan sesame, (3) kerinduan untuk menjalani hidup dengan taat asas dan aturan, (3) kerinduan untuk bersatu dengan alam semesta, dan (5) kerinduan pada asal dan tujuan hidup yaitu Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra dan Religiositas mengulas 18 permasalahan berkait dengan kerinduan hakiki diawali dengan pembahasaan Pada Awal Mula, dan diakhiri dengan pembahasan Godlog Danarto. Religiositas lebih melihat dalam lubuk hati, riak getaran hati-nurani pribadi, sikap sembah, sikap tobat, yang sedikit banyak misteri bagi orang lain karena merupakan intimitas jiwa, cita-rasa yang mencakup totalitas jiwa.&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 07 Desember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2236567-sastra-dan-religiositas/#ixzz1gH8fyhnJ&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-1210967473515866884?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/1210967473515866884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/sastra-dan-religiositas_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1210967473515866884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1210967473515866884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/sastra-dan-religiositas_11.html' title='Sastra dan Religiositas'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-7796103278760766625</id><published>2011-12-11T16:24:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:25:13.717-08:00</updated><title type='text'>Sastra dan Religiositas</title><content type='html'>Sastra dan Religiositan ditulis oleh Y.B. Mangun Wijaya (alm) yang merupakan salah satu orang Indonesia yang multidimensional. Lahir di Ambarawa, Kabupaten Semarang, 6 Mei 1929. Wafat karena serangan jantung, setelah memberikan ceramah dalam seminar Meningkatkan Peran Buku dalam Upaya Membentuk Masyarakat Indonesia Baru di Hotel Le Meridien, Jakarta, 10 Februari 1999 pada umur 69 tahun, dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, sastrawan, mantan tentara pelajar, filsuf, dosen, pedagog, arsitek, penulis, aktivis, dan pembela kaum marginal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Revolusi Y.B. Mangun Wijaya, yang akrab dipanggil Romo Mangun 1945 menjadi prajurit TKR Batalyon X divisi III. Bertugas di asrama militer di Benteng Vrederburg, lalu di asrama militer di Kotabaru, Yogyakarta. Ikut dalam pertempuran di Ambarawa, Magelang, dan Mranggen. Tahun 1946, Romo Mangun menjadi prajurit Tentara Pelajar, pernah bertugas menjadi sopir pendamping Panglima Perang Sri Sultan Hamengkubuwono IX memeriksa pasukan, STM Jetis. Tahun 1947, saat Agresi Militer Belanda I, tergabung dalam TP Brigade XVII sebagai komandan TP Kompi Kedu, serta menyelesaikan pendidikan STM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kuliah kuliah di ITB, Teknik Arsitektur, 1959, Romo Mangun ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Albertus Soegijapranata. Setelah itu, berturut-turut belajar di Jerman dan Amerika: Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Aachen, Jerman (1960-1966), Fellow Aspen Institute for Humanistic Studies, Colorado, AS (1978).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan yang pernah Romo Mangun terima antara lain: Penghargaan Kincir Emas untuk penulisan cerpen dari Radio Nederland, Aga Khan Award for Architecture untuk permukiman warga pinggiran Kali Code, Yogyakarta, Penghargaan arsitektur dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk tempat peziarahan Sendangsono, Pernghargaan sastra se-Asia Tenggara Ramon Magsaysay pada tahun 1996. Buku yang pernah ditulis sebanyak 36 buku, buku mengenai Romo Mangun ada 9 buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra dan Religiositas, masih menjadi buku unggulan dalam mengulas karya sastra. Artinya, setelah hampir 30 tahun terbit, belum ada buku ulasan sastra yang serupa. Ulasan yang ada masih bersifat konvensional, sekadar mambahas keilmiahan (berkait dengan unsur-unsur intrinksik dan ekstrinksi) dan kesungguhan (berkait dengan nilai, amanat, atau pesan ) suatu karya sastra. Padahal, merunut hakikatnya, karya sastra adalah ungkapan dorongan insani yang sesuai dengan kodrat insanian manusia sehingga menghadirkan keindahan dan kegunaan. Di dalamnya tersurat dan tersirat kelima kerinduan manusia: (1) kerinduan mengungkapkan diri, (2) kerinduan untuk berinteraksi dengan sesame, (3) kerinduan untuk menjalani hidup dengan taat asas dan aturan, (3) kerinduan untuk bersatu dengan alam semesta, dan (5) kerinduan pada asal dan tujuan hidup yaitu Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra dan Religiositas mengulas 18 permasalahan berkait dengan kerinduan hakiki diawali dengan pembahasaan Pada Awal Mula, dan diakhiri dengan pembahasan Godlog Danarto. Religiositas lebih melihat dalam lubuk hati, riak getaran hati-nurani pribadi, sikap sembah, sikap tobat, yang sedikit banyak misteri bagi orang lain karena merupakan intimitas jiwa, cita-rasa yang mencakup totalitas jiwa.&lt;br /&gt;Diterbitkan di: 07 Desember, 2011   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2236567-sastra-dan-religiositas/#ixzz1gH8fyhnJ&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-7796103278760766625?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/7796103278760766625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/sastra-dan-religiositas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/7796103278760766625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/7796103278760766625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/sastra-dan-religiositas.html' title='Sastra dan Religiositas'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-8680158287923124211</id><published>2011-12-11T16:23:00.001-08:00</published><updated>2011-12-11T16:23:41.891-08:00</updated><title type='text'>Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern</title><content type='html'>Menghadirkan tokoh, dalam bidang apapun, adalah usaha untuk memahami kekhususan, daya hidup, daya juang, pemikiran-pemikiran, pengaruh, serta relevansinya dalam konteks hidup kini-sini. Dalam pergumulan dan pergulatan hidup, sadar atau tidak sadari, kita disituasikan dan dibentuk oleh kehadiran tokoh-tokoh dalam bidang apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern yang ditulis oleh Dr. Harry Hamersma, diterbitkan pertama kali tahun 1983, sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin mereguk pemikiran-pemikiran para filsuf pada abad XIX dan abad XX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbadi dalam 3 bagian. Bagian pertama mengupas Filsafat Barat Zaman Modern terurai dalam 4 Bab. Pertama, Filsafat Zaman Barok dengan menghadirkan Rene Descartes, B. Spinosa, G, Leibniz, dan B. Pascal. Kedua, Filsafat Zaman Fajar Budi dengan menghadirkan J. Locke, G. Berkeley, B. Hums, J.J, Rousseau, dan I. Kant. Ketiga, Filsafat Zaman Romantik dengan menghadirkan J. Fichte, T. Schelling, dan G. Hegel. Keempat, mengupas Kekhususan Filsatar Zaman Modern dengan dua ciri khas yaitu antroposentrisme dan pembentukan subjektivitas modern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian kedua merentangluaskan Filsafat Barat Abad XIX yang terurai dalam 4 bab. Pertama, Filsafat Perancis dengan menghadirkan tokoh A. Comte. Kedua, Filsafat Jerman dengan menghadirkan 5 tokoh: A. Schopenhauer, L. Feurbach, K. Marx, S. Kiergegaard, dan F. Nietzche. Ketiga, mengupas Filsafat Anglosaksen dengan menghadirkan 2 tokoh H. Spencer dan W. James. Keempat, spesifikasi filsafat abad XIX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian ketiga membahas Filsafat Barab Abad XX yang terurai dalam 4 bab. Pertama, mengupas filsafat Perancis abad XX dengan menghadirkan dua tokoh yang sangat berpengaruh hingga kini yaitu H. Berson dan J.P. Sartre. Kedua, mengupas peran filsafat Jerman dengan menghadirkan tiga tokoh yang sangat berpengaruh pada abad XXI ini yaitu E. Husserl, K. Jaspers, dan M. Heidegger. Ketiga, mengupas filsafat Anglosaksen dengan menghadirkan A.N. Whitehead, B. Russel, dan L. Wittgenstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern, pembahasan setiap tokoh selalu dilengkapi dengan biografi singkat, karya-karya yang dipublikasikan, pokok-pokok pemikiran, serta pengaruhnya dala kehidupan hingga kini. Demikian juga penghadiran konteks social, politik, ekonomi yang berkembang sehingga semakin membantu pembaca memahami peran tokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh Filsafat Barat Modern, sangat penting dan perlu bagi mereka yang ingin belajar filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2237133-tokoh-tokoh-filsafat-barat-modern/#ixzz1gH89bqCa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-8680158287923124211?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/8680158287923124211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/tokoh-tokoh-filsafat-barat-modern.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8680158287923124211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8680158287923124211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/tokoh-tokoh-filsafat-barat-modern.html' title='Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-8695458603580254153</id><published>2011-12-11T16:21:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:21:18.675-08:00</updated><title type='text'>TETESAN EMBUN JEES: JS KAMDHI: Tuhan masih adakah Ruang untukku</title><content type='html'>romojs/shvoong&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-8695458603580254153?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/8695458603580254153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/tetesan-embun-jees-js-kamdhi-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8695458603580254153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8695458603580254153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/tetesan-embun-jees-js-kamdhi-tuhan.html' title='TETESAN EMBUN JEES: JS KAMDHI: Tuhan masih adakah Ruang untukku'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-1391079090981377356</id><published>2011-12-11T16:18:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:19:21.807-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-1391079090981377356?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/1391079090981377356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1391079090981377356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1391079090981377356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/blog-post.html' title=''/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-8046774894770182824</id><published>2011-12-11T16:11:00.000-08:00</published><updated>2011-12-11T16:15:34.259-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Tuhan masih adakah Ruang untukku</title><content type='html'>Tuhan masih adakah ruang untukku bila&lt;br /&gt;semua-mua mengingkari jatidiri bila&lt;br /&gt;semua-mua mengumbar nafsu angkara bila&lt;br /&gt;semua-mua adigang, adigung, adiguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan masih adakah ruang untukku bila&lt;br /&gt;udara semakin tercemar suara-suara kebohongan bila&lt;br /&gt;air tidak lagi steril karena halal segala cara bila&lt;br /&gt;tanah tak lagi subur karena kemungkaran dan kemunafikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan bila tidak ada lagi ruang untukku&lt;br /&gt;aku tetap bertahan walau&lt;br /&gt;terhimpit pedih perih&lt;br /&gt;kini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-8046774894770182824?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/8046774894770182824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/tuhan-masih-adakah-ruang-untukku.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8046774894770182824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/8046774894770182824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2011/12/tuhan-masih-adakah-ruang-untukku.html' title='Tuhan masih adakah Ruang untukku'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-4653686778874759242</id><published>2010-07-20T20:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T20:07:56.069-07:00</updated><title type='text'>KETUTUHAN ROHANI</title><content type='html'>Konsumerisme, kini, telah menyeret manusia dari dunia batin ke tingkat lahiriah. Secara material hidup berlimpah, bahkan setiap akhir pekan, banyak yang ber-week end ria ke manca negara. Namun, jiwa dan batin rohani semakin kering, dangkal. Nilai, harga, dan martabat manusia diukur dari yang tampak rompak.&lt;br /&gt;Seorang gadis dianggap cantik bila rambut berganti warna-model setiap hari. Bibir dioles dengan barang impor. Model pakai dengan memamerkan pusar atau celana pendek ketat. Tentu, di tangan blackberry mutakhir dan sebatang rokok. Ibu-ibu menjadi bergensi bila setiap hari bisa shoping-fitness-arisan setiap hari. Atau, si jejaka, baru menjadi ‘jagoan’ bila masuk dalam ‘gang motor’ dengan berkonvoi setiap ada kesempatan.&lt;br /&gt;Komunikasi dan pergaulan antarmanusia terhenti dalam basa-basi. Rumah berubah menjadi hotel: tempat makan-minum, tidur, dan mandi. Tegur sapa hanya sebatas, say hello. Perjumpaan antaranggota keluarga tidak sampai pada saling memahami-menerima-menghargai-mendukung-mencintai. Setelahnya, masing-masing tenggelam dengan urusan pribadi.&lt;br /&gt;Bila menghadapi kesulitan-tantangan-terbeban marah-menyalahkan-menghancurkan. Dalam nuansa hidup seperti ini, kesabaran tidak menjadi pegangan. Manusia semakin kehilangan kesabaran. Tengok saja, buah-buahan dipercepat dengan karbitan. Orang ingin cepat kaya menempuh jalan pintas dengan menghalalkan segala cara. Kalah-kalut-jalan buntu diakhiri dengan bunuh diri.&lt;br /&gt;Dangkal dan pendangkalan batin rohani membawa setiap manusia pada kesia-siaan dan kehampaan. Susah untuk menyadari bahwa setiap manusia memiliki sisi gelap atau shadow. Sisi gelap bukan sesuatu yang jahat. Tetapi, dengan dangkal dan pendangkalan batin rohani sisi gelap akan menjadi kekuatan destruktif yang dapat menghancurkan diri sendiri atau orang lain.&lt;br /&gt; “Datanglah ke pada-Ku yang letih, lesu, dan berbeban. Kedamaian-kebahagiaan akan menudungi setiap saat” Hanya, keberanian datang kepada-Nya, kita mampu mengubah yang dangkal dan pendangkalan batin rohani. Mengapa? Imtimitas jiwa manusia dengan Tuhan sangatlah pribadi. Hasil putusan-pilihan. Hasil sebuah sikap. Hasil sebuah proses penyadaran. Hasil refleksi panjang bahwa hidup ini indah-mulia dan layak disyukuri.&lt;br /&gt;Kebutuhan rohani tidak sama dengan perilaku saleh. Kebutuhan rohani merupakan proses pemenuhan kebutuhan jiwa, batin, dan napas kehidupan. Sehingga, Mencari harta rohani tidak seperti harta jasmani.. Harta rohani tidak bisa diukur, sebagaimana kita dapat mengukur seberapa banyak kekayaan kita. Yang bisa mengukur adalah diri sendiri. Ukurannya adalah merasakan ketenangan. Kedamaian. Kesejahteraan. &lt;br /&gt;Doa hanyalah salah satu  cara untuk memperbesar kepekaan aspek spiritual kita. &lt;br /&gt;Abraham Lincoln, presiden Amerika Serikat yang ke 16 berkata tentang doa: "Berkali-kali saya serta merta terdorong untuk berlutut dan berdoa sebab saya amat yakin, saya tidak bisa ke mana-mana. Pengetahuan dan ilmu yang saya miliki sama sekali tidak cukup untuk memulai hari."&lt;br /&gt;Doa seorang ibu adalah "senjata" ampuh untuk hidup anak-anaknya. Kita lihat Santa Monika yang berderai air mata dalam berdoa bagi puteranya yang tercinta, Santo Agustinus. &lt;br /&gt;Madame Chiang Kai-shek berkisah tentang betapa  berbahaya hidupnya di Cina. Ditanya bagaimana ia telah sampai mengatasinya jawabnya mantap: Hanya dengan berdoa. Dan saya berdoa paling kurang satu sampai dua jam. &lt;br /&gt;Rabindranath Tagore menulis dalam Gitanyali seperti berikut: "Tuhanmu ada di jalan, di mana orang menumbuk batu dan menanam kebunnya. Bukan hanya di kuil yang penuh dengan asap dupa dan gumawan dan pengiring hitungan tasbih."&lt;br /&gt;Kerja sehari-hari yang dilaksanakan dengan motivasi bagi Tuhan adalah doa dalam bentuk lain.&lt;br /&gt;Kita berdoa agar kuaT saat menghadapi semua masalah. Kuat memanggul beban. Kuat menerjang rintangan. Cerdas dalam mengurai masalah. Kita berdoa, agar sadar atas kekurangan-kesombongan-kemalasan. Kita berdoa agar selalu hidup dalam bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?  &lt;br /&gt;Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah&lt;br /&gt;"Janganlah takut,Akulah yang menolong engkau". Penakut pada umumnya akan mengurung diri, menyendiri atau menutup diri serta berusaha menghindari perjumpaan dengan orang lain. Penakut berarti menjalani hidup seperti kura-kura: menarik kepalanya lalu bersembunyi di dalam batoknya yang keras.&lt;br /&gt;Mencari dan menemukan kebutuhan rohani adalah hidup dengan "trial and error", berani mencoba dan bersalah. Bukalah hati, jiwa, akal budi dan tubuh anda terhadap aneka macam penolong atau pembantu di sekitar anda, belajarlah dari aneka kesuksesan atau kegagalan yang ada di sekitar anda. Untuk itu kita harus berpikiran positif, artinya senantiasa bersikap positif terhadap sapaan, sentuhan, tegoran, kritikan, pujian dst. dari orang lain atau siapapun; sadari dan hayati bahwa semuanya itu adalah perwujudan kasih mereka kepada kita yang lemah dan rapuh. Jangan hanya bersikap posisif terhadap apa yang mengenakkan  atau  sesuai dengan selera pribadi. Justru, yang menyakitkan atau tidak sesuai dengan selera pribadi itulah yang ”melimpahkan berkah’. &lt;br /&gt;Jika orang hidup dan bertindak  demi selera pribadi pasti ”jiwa, hati, dan kehidupan rohaninya tidak sehat” Sadari dan hayati bahwa orang mengritik dan menegur kita dengan keras merupakan perwujudan kasihnya kepada kita; jika mereka tidak mengasihi kita pasti mereka tidak menegur atau mengritik kita dengan keras, melainkan mendiamkan kita. &lt;br /&gt;Pertolongan Tuhan kepada kita menjadi nyata dalam dan melalui aneka perlakuan yang terarah pada kita, entah yang enak maupun tidak enak, yang sesuai atau tidak sesuai dengan dengan selera pribadi kita. (doc.js kamdhi.13.12.2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-4653686778874759242?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/4653686778874759242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2010/07/ketutuhan-rohani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4653686778874759242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4653686778874759242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2010/07/ketutuhan-rohani.html' title='KETUTUHAN ROHANI'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-2708419817099206110</id><published>2010-05-28T19:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T19:40:03.730-07:00</updated><title type='text'>Komersialisasi dan Politisasi Pendidikan</title><content type='html'>Oleh : Js Kamdhi | 28-Mei-2010, 02:05:54 WIB &lt;br /&gt;KabarIndonesia - Nenek-moyang kita adalah bangsa besar: berpikir besar, berjiwa besar, berhati besar dan berkarya besar. Candi Prambanan-Borobodur-candi-candi  yang berjajar dari Sabang-Merauke, keraton-keraton yang masih tegar-tegak, bangunan-bangunan tempat ibadah yang masih kokoh kuat mekipun telah dibangun ratusan tahun silam merupakan wujud nyata bangsa besar. Kini, kita menjadi bangsa yang tak berdaya: banyak hutang, kalah bersaing dalam semua segmen: ekonomi-pendidikan-olahraga-perdagangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai negara maritim terkaya di dunia, kita tak berkemampuan menyejahterakan rakyat. Alih-alih menyejahterakan, garam dan ikan pun kita impor. Sebagai negara agraris yang subur dan kaya-raya, kita menjadi lumpuh dengan impor beras, kedele, gula, terigu, serta buah-buahan. Bermimpi menjadi negara industri, kita hanya berkemampuan ‘berlisensi’. Kenapa kita tidak mampu berdiri tegak sebagaimana nenek-moyang yang mampu membangun Borobudur, Prambanan dan keraton-keraton? Alienasi-komersialisasi-politisasi pendidikanlah jawabnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alienasi-Komersialisasi-Politisasi   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan di sekolah, sebagai lembaga didik, dalam arti yang paling mendasar adalah bantuan agar seseorang dapat meneruskan pendidikan keluarga dalam mengembangkan dirinya sehingga berkemampuan menentukan benar-salah (dewasa intelektual), baik-buruk (dewasa moral), pantas-tidak pantas (dewasa afeksional), berkemampuan mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri (dewasa sosial)  dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Artinya, pendidikan sekolah harus dipahami sebagai berpangkal pada murid, berbasis pada murid, dilaksanakan oleh murid, dan demi kepentingan murid.   Pendidikan harus menjadi suatu proses didaktis. Setiap pendidikan, khususnya di sekolah, harus merupakan proses pembelajaran: sedikit demi sedikit, langkah demi langkah sehingga membantu agar yang dipelajari oleh murid  semakin terintegrasikan ke dalam diri murid. Oleh sebab itu, pendidikan berkaitan erat dengan keadaan nyata manusia yang belajar, teman belajarnya, konteks hidup, dan guru pelajarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman nilai dan pembentukan pribadi yang integral melalui pembelajaran harus bertumpu pada konteks budaya, sosial, ekonomi, adat-istiadat, tradisi, kepercayaan, bahkan politik yang bertumbuh dan berkembang sebab murid memulai proses pendidikan sejak di tengah keluarganya, masyarakatnya, bangsanya, dan negaranya. Seluruh pendampingan perasaan, pikiran, tindakan selalu dalam konteks hidup dan kehidupannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat dasar sekolah dan pembelajaran adalah merangsang dan mendorong kreativitas murid. Murid harus berkemampuan memilih apa yang dipelajari, belajar bagaimana belajar, cerdas dalam bersikap, dan  terbuka atas pembaharuan.  Pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa sehingga murid mampu menciptakan kultur pribadi yang dapat mengembangkan daya pemahaman, penerapan, dan inovasi-inovasi kreatif.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disintegrasi Bangsa&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Fenomena ”kastanisasi pendidikan” Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Sekolah Standar Nasional  (SNN), dan Sekolah Reguler (SR) merupakan wujud pengingkaran arah-tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Perilaku diskriminatif yang berdampak sistemik dalam proses bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Sebuah pengingkaran sejarah dan pengingkaran kodrati sebagai manusia Indonesia yang berumah ”Pancasila”, yang beralamat UUD 1945, serta yang berprinsip bersama-sama menjadi satu, sama untuk bersendiri-sendiri.             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kastanisasi pendidikan  yang kini semakin merebak  harus disikapi sebagai kegagalan proses integrasi bangsa. ”Bangunlah Jiwanya,” sebagaimana kita ucapkan lantang setiap menyanyikan ’lagu kebangsaan” (yang seharusnya menjadi pijakan pembangunan) tergantikan dengan ’komersialisasi dan politisasi’. Artinya, uanglah yang mahakuasa!             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengotak-ngotakan pendidikan sebagai imbas alienasi, komersialisasi, politisasi pendidikan menghidupsuburkan ’disintegrasi bangsa’. Pelajar sebagai ’pemilik sah republik ini’ terindoktrinasi paham dikotomi: kaya-pintar-sukses dan miskin-bodoh-gagal. Marak dan merebaknya ’gang motor’, ’tawuran pelajar’, tawuran suporter, selayaknya dikritisi dalam alur pemikiran ini.             &lt;br /&gt;Selayaknya, pemerintah mengevaluasi  kebijakan kontraproduktif dan diskriminatif: amandemen UU Sisdiknas. Modernisasi pendidikan hingga ke pelosok negeri  wajib hukumnya. Pasti, tetap dalam koridor ”bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya,” mencerdaskan kehidupan bangsa, serta bersama-sama menjadi satu dan sama untuk bersendiri-sendiri.&lt;br /&gt;(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/&lt;br /&gt;Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com&lt;br /&gt;Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:&lt;br /&gt;www.kabarindonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-2708419817099206110?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/2708419817099206110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2010/05/komersialisasi-dan-politisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/2708419817099206110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/2708419817099206110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2010/05/komersialisasi-dan-politisasi.html' title='Komersialisasi dan Politisasi Pendidikan'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-4812955226394925354</id><published>2010-05-16T18:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T19:09:10.370-07:00</updated><title type='text'>INOVASI DAN KREATIVITAS PEMBELAJARAN</title><content type='html'>Berita: SEMINAR PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIS&lt;br /&gt;Menciptakan Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Menyenangkan&lt;br /&gt;19 April 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan oleh: Hera Khaerani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Unpad.ac.id, 19/04] Selama ini, pelajaran bahasa Indonesia di sekolah hanya berkutat pada penyampaian teori, majas, tanda baca, dan lain sebagainya. Hal ini membuat materi tersebut terkesan membosankan bagi siswa. Namun, “Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah” menunjukkan bahwa berbagai inovasi bisa dilakukan agar belajar bahasa dan sastra Indonesia di sekolah menjadi menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JS. Kamdhi saat memaparkan pengalamannya sebagai guru sekolah dalam Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah di Aula PSBJ Fakultas Sastra Unpad, Jatinangor (Foto: Hera Khaerani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini diselenggarakan di Aula PSBJ Fakultas Sastra Unpad, Jatinangor, sebagai bagian dari rangkaian acara Pekan Chairil Gelanggang Sastra Indonesia Universitas Padjadjaran, seminar ini bertujuan untuk turut membangun sastra di Indonesia. Upaya memperkenalkan bahasa dan sastra kepada anak seharusnya dilakukan sedari dini karena Bahasa Indonesia merupakan salah satu pembangun karakter. Bahasa bisa menunjukkan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut JS. Kamdhi (54), “Saat ini terdapat sekira 70 negara yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua mereka. Bukan hal yang mustahil jika suatu saat nanti orang Indonesia tidak perlu khawatir saat bepergian ke negara lain dengan menguasai bahasa kita sendiri saja,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria yang telah mengabdikan dirinya sebagai guru Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Santa Maria 1 Cirebon selama 28 tahun ini berkeinginan untuk mengubah konsep sekolah sebagai dunia ideal yang terlepas dari kehidupan nyata siswa. “Begitu meninggalkan gerbang pintu sekolah, kegiatan pembelajaran tidak mencerdaskan, memberdayakan, ataupun membudayakan karena konsep-konsep ideal bertolak belakang dengan realitas sosial,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang Kamdhi terapkan di sekolah antara lain metode diktat (1982-1992), metode buku (1992-2005), metode foto peristiwa aktual, dan strategi surat kabar masuk kelas. Kedua metode terakhir terbukti berhasil meningkatkan kemampuan siswa untuk mengeksplorasi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada metode foto peristiwa aktual, siswa diajak untuk menjelaskan realitas-realitas yang ia lihat pada gambar. Lalu pada strategi surat kabar masuk kelas, budaya membaca kritis diperkenalkan dengan membuat siswa terbiasa membaca surat kabar. Strategi ini pun diintergrasikan dengan surat kabar atau majalah online milik sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang akhirnya lebih aktif berkarya dan Ria Apriani (17) adalah salah satunya. Menurutnya, “Kami diajarkan tak hanya sesuai kurikulum, tapi membuka inspirasi tentang diri. Kita berdiskusi tentang realitas terkini di luar dan dirorong untuk berkarya.,” ujar Ria yang akhirnya menyadari bahwa ia memiliki minat dan bakat untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Kamdhi, Aminudin juga hadir sebagai pembicara. Penulis yang satu ini menekankan bahwa hal terpenting dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia bukanlah pada teori, melainkan pada munculnya generasi-generasi yang mampu menunjukkan identitas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pembelajaran tidak boleh behenti pada tingkat output di mana akhirnya siswa memiliki pengetahuan tentang sastra. Kita menginginkan siswa dapat mengapresiasi, menganalisis, dan juga dapat memproduksi karya sastra sebagai outcome dari pengajaran sastra di sekolah,” jelas Aminudin. (eh)*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-4812955226394925354?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/4812955226394925354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2010/05/inovasi-dan-kreativitas-pembelajaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4812955226394925354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/4812955226394925354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2010/05/inovasi-dan-kreativitas-pembelajaran.html' title='INOVASI DAN KREATIVITAS PEMBELAJARAN'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-2117817241574892377</id><published>2010-05-16T17:24:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T17:46:58.214-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PAUD: INVESTASI  STRATEGIS PEMBANGUNAN NASIONAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh JS Kamdhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu realitas yang sangat memprihatinkan bahwa ada 38 (33 SMA, 1 SMK, 4 SMP) tersebar di 10 provinsi yang  dinyatakan tidak lulus ujian nasional,  lebih ”mempercayai bocoran kunci jawaban” daripada belajar dengan tekun, cermat, teliti, tangguh, dan percaya diri demi masa depannya. Memprihatinkan karena betapa pun ’hebatnya kurikulum berbasis kompetensi’ tanpa dibarengi ’perubahan skema mental’ komponen kependidikan, mentalitas lulusan terpatri pada pendewaan angka-angka dalam ijazah.&lt;br /&gt; Menyadari keprihatinan tersebut, menjadi suatu kemestian dan kekinian bagi kita, orang tua siswa khususnya,  berefleksi seberapa besar tanggung jawab dalam pendidikan putra-putri kita masing-masing. Artinya, bagaimana kita mempersiapkan putra-putri kita untuk siap berubah, bertumbuh, berkembang, dan berbuah melalui dan dalam peendidikan formal. Terlebih, anak pada usia peka, 0 s.d. 12 tahun, dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik, kecerdasan (perkembangan dan pertumbuhan daya nalar, daya cipta, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual), maupun logika bahasa.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bertujuan membentuk anak Indonesia berkualitas, bertumbuh dan berkembang sesuai tingkat perkembangan sehingga memiliki kesiapan optimal memasuki pendidikan dasar serta pergulatan, harus menjadi gerakan nasional.&lt;br /&gt;Memang, secara juridis formal, UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah menggariskan upaya pembinaan anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dengan memberikan rangsangan pendidikan agar siap memasuki dunia pendidikan. Disadari pula bahwa keberhasilan PAUD merupakan penentu nasib bangsa. Maka, tidak mengherankan bila Univesitas Negeri Jakarta membuka Program Studi Pendidikan Usia Dini untuk S1(1995), S2 (1995), serta S3 (2003). Hanya, yang layak direfleksikan ”di mana peran orang tua” dalam PAUD? Dapatkah lembaga pendidikan yang kini menjamur menggantikanperanorangtua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipandang Sebelah Mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Merujuk Angka Partisipasi Kasar (APK) penanganan PAUD, tahun 2008 (setelah 63 tahun merdeka), baru mencapai 50,03 % dari sekitar 30 juta anak usia 0 sampai 6 tahun. Tahun 2009, dengan memfokuskan pengembangan PAUD di 50 kota/kabupaten terpencil dari 21 provinsi APK penanganan PAUD diprediksikan menjadi 53.9% dan  pada era Milinium Development Goal (MDGs), tahun 2014, APK penanganan PAUD diperkirakan mencapai 75%. (Warta KOTA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kenyataan  menunjukkan tidak semua anak usia dini berkesempatan memperoleh pendidikan yang memadai. Taman Kanak-kanak sebagai jenjang pendidikan anak usia dini masih dipandang sebelah mata. Padahal tujuan utama pendidikan TK meningkatkan daya cipta kanak-kanak dan memacu untuk belajar mengenal bermacam-macam ilmu pengetahuan melalui pendekatan nilai budi bahasa, agama, sosial, emosional, fisik, kognitif, dan kemandirian belum menjadi skala prioritas orang tua dalam pemberdayaan putra-putrinya.&lt;br /&gt; Sekurang-kurangnya ada empat faktor yang menjadi kendala hingga terabaikannya PAUD:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebutuhan Hidup&lt;br /&gt; Rendahnya tingkat kesejahteraan hidup serta tuntutan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Terutama  ’lapisan bawah’,  merupakan penyebab utama terabainya PAUD di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Perjuangan para pemulung, buruh, nelayan tradisional, buruh tani, pedagang kecil, pedagang kaki lima terfokus pada pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari yang masih jauh dari tingkat kelayakan.&lt;br /&gt; Orang tua berjuang dari pagi hingga larut malam hanya sekadar ”bertahan hidup”. Dalam kondisi yang serba ’berkekurangan’ inilah anak usia dini tidak pernah terberdayakan. Bahkan, yang sangat memprihatinkan adalah kasus gizi buruk di sejumlah daerah yang mencapai 5,4% dari total populasi anak Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Golongan Menengah ke Atas&lt;br /&gt; Kita menyadari bahwa PAUD merupakan kunci utama suksesnya program pendidikan nasional suatu bangsa. Kunci utama peningkatan sumber daya manusia. Kunci utama keberhasilan pembangunan semesta berencana. Kunci utama terciptanya kualitan dan kesejahteraan hidup. Sebab, bagaimanapun, taraf hidup dan kesejahteraan hidup menjadi dasar pencerdasan bangsa. Sehingga, tidak mengherankan bila anak usia dini yang berkesempatan masuk jalur formal, Taman Kanak-kanak hanyalah anak-anak usia dini dari lapisan masyarakat menengah ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Komersialisasi&lt;br /&gt; ”Demam sekolah bertaraf internasional” berimbas menjamurnya TK Unggulan, TK Terpadu, TK Bilingual. Fullday School. Apakah arti semua ini? Pernahkah kita ’berefleksi’ apakah makna sekolah bertaraf internasional, sekolah terpadu, sekolah unggulan, atau sekolah bilingual? Atau, bukankah ini hanya labeling sehingga memiliki nilai dan harga jual? Bukankah seluruh ilmu pengetahuan, nilai-nilai kemanusiaan, moral, etika selalu universal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kebanggaan Semu&lt;br /&gt; Banyak orang tua bangga bila ’si balita’ sudah fasih berbahasa asing, lancar membaca, menulis, dan berhitung. Tidak jarang orang tua yang berduit ’menyediakan guru les’. ’Si balita’ tidak lagi memiliki waktu luang untuk ’berproses menjadi anak-anak’. &lt;br /&gt; Keunggulan TK sekadar diukur ’seberapa hebat menjadikan si balita mahir berbahasa asing dan calistung (baca-tulis-hitung)’.  Alhasil, anak-anak TK diperlakukan sama dengan anak-anak sekolah dasar dalam proses pembelajaran. Kita menjadi lupa bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Pembelajaran anak usia dini sangat berbeda dengan pembelajaran anak sekolah dasar. ”Learning by playing” harus mampu memberdayakan daya cipta kanak-kanak dan memacu untuk belajar mengenal bermacam-macam ilmu pengetahuan melalui pendekatan nilai budi bahasa, agama, sosial, emosional, fisik, kognitif, dan kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu Kemestian dan Kekinian&lt;br /&gt; Harus kita sadari bahwa pendidikan dilakukan oleh murid sendiri dengan bantuan orang lain sejak awal kehidupan (dalam rahim ibu) sampai akhir hidupnya. Artinya, konteks hidup murid sangat berperan dalam pertumbuhan dan pemberdayaan. Konteks hidup murid berkait dengan hubungannya dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan alam semesta, dengan norma-norma hidup, serta dengan Yang Mahatinggi Pencipta alam semesta.&lt;br /&gt; Dalam kesadaran itu, kita akan menempatkan pertumbuhan dan pemberdayaan dalam kerangka didik mencakup segi kehendak bebas dan segi-segi kodratinya. Itu sebabnya, seorang anak tidak serta merta disebut ’manusia kecil’ karena untuk menjadi manusia harus bertumbuh dan diberdayakan dalam konteks hidupnya. Dengan demikian, anak harus dipahami sebagai suatu realitas di tengah keseluruhan realitas masyarakat. Murid dialami dan dipahami dalam relasinya dengan dunia, dengan sesama, dan dengan Yang Mahaagung.&lt;br /&gt; Tugas pokok sekolah adalah membantu suatu proses yang sudah lebih dulu dan seterusnya berlangsung dalam keluarga; secara kodrati, menyeluruh, dan berkesinambungan. Pendidikan di sekolah, sebagai lembaga-didik, dalam arti yang paling mendasar adalah bantuan agar seseorang dapat meneruskan pendidikan keluarga dalam mengembangkan dirinya sehingga berkemampuan menentukan benar-salah (dewasa intelektual), baik-buruk (dewasa moral), pantas-tidak pantas (dewasa afeksional), berkemampuan mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan diri sendiri (dewasa social)  dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Artinya, pendidikan sekolah harus dipahami sebagai berpangkal pada murid, berbasis pada murid, dilaksanakan oleh murid, dan demi kepentingan murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pendidikan harus menjadi suatu proses didaktis. Setiap pendidikan, khususnya di sekolah, harus merupakan proses pembelajaran: sedikit demi sedikit, langkah demi langkah sehingga membantu agar yang dipelajari oleh murid semakin terintegrasikan ke dalam diri murid. Oleh sebab itu, pendidikan erat berkaitan dengan keadaan nyata manusia yang belajar, teman belajarnya, konteks hidup, dan guru pelajarannya.  &lt;br /&gt; Pengalaman nilai dan pembentukan pribadi yang integral melalui pembelajaran harus bertumpu pada konteks budaya, sosial, ekonomi, adat-istiadat, tradisi, kepercayaan, bahkan politik yang bertumbuh dan berkembang. Sebab, murid memulai proses didik sejak di tengah keluarganya, masyarakatnya, bangsanya, dan negaranya. Seluruh pendampingan perasaan, pikiran, tindakan selalu dalam konteks hidup dan kehidupannya.&lt;br /&gt; Sifat dasar sekolah dan pembelajaran adalah merangsang dan mendorong kreativitas murid. Murid harus berkemampuan memilih apa yang dipelajari, belajar bagaimana belajar,  cerdas dalam bersikap, dan  terbuka atas pembaharuan.  Pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa sehingga murid mampu menciptakan kultur pribadi sehingga dapat mengembangkan daya pemahaman, penerapan, dan inovasi-inovasi kreatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investasi Strategis&lt;br /&gt; Karena PAUD merupakan kunci utama suksesnya program pendidikan dan pembangunan nasional peran aktif pemerintah menjadi kemestian dan kekinian. Mengingat, sejauh ini, yang bergiat dalam PAUD adalah Yayasan, LSM, maupun masyarakat. Tentu, tidak harus terlibat langsung dengan mendirikan sekolah-sekolah untuk anak usia dini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kesejahteraan Masyarakat&lt;br /&gt; Menjadi tanggung jawab pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan ’masyarakat lapisan bawah’ sehingga mereka menyadari bahwa PAUD merupakan investasi strategis pembangunan bangsa. Kantong-kantong kemiskinan yang tersebar dari Sabang-Merauke: nelayan, petani penggarap, petani gurem, buruh, pedagang kecil, pemulung, hingga ’gepeng’, yang selama ini selalu diposisikan sebagai ’objek pembangunan’ harus menjadi ’subjek pembangunan’.&lt;br /&gt; Dengan program-program berjangka yang terukur dan terevaluasi pemerintah harus mampu memberdayakan mereka: nelayan mampu hidup dari hasil tangkapannya, petani menjadi sejahtera dari panenannya, kaum buruh hidup layak dari keringatnya, serta pedagang kecil mampu mencukupi kebutuhan minimal dari usahanya.&lt;br /&gt; Meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup otomatis pendidikan menjadi sebuat kebutuhan. Pendidikan ditempatkan sebagai usaha pencerdasan dan pemberdayaan, sehingga masyarakat akan termotivasi untuk berusaha seoptimal mungkin demi kesuksesan putra-putri mereka. Sebab, tanpa kesejahteraan pendidikan tidak akan pernah menjadi prioritas kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.&lt;br /&gt;-5-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemberdayaan&lt;br /&gt; Karena tanpa kesejahteraan pendidikan tidak akan menjadi prioritas, maka pemberdayaan masyarakat, lebih-lebih lapisan bawah, harus menjadi kegiatan pemerintah secara berkelanjutan. Banyak kegiatan yang dapat dioptimalisasikan demi pencerdasan dan pemberdayaan masyarakat: PKK, Dasa Wisma, Posyandu, Koperasi, Kelompencapir.&lt;br /&gt; Tentu saja, pemberdayaan tidak sekadar dengan penyaluran BLT tetapi terencana-terukur-terevaluasi selaras dengan cita-cita founding fathers sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.  Pertama, tujuan utama pemberdayaan adalah pencerdasan masyarakat sesuai segmennya: petani, nelayan, buruh, pedagang, atau bahkan pemulung. Kedua, bupati/walikota menjadi penanggung jawab pemberdayaan sebab merekalah penanggung jawab utama dalam peningkatan taraf hidup masyarakat. Ketiga, strategi pemberdayaan masyarakat terarah pada profesionalisme: nelayan, petani, buruh, pedagang yang profesional. Artinya, tahu dan mau mengembangkan seluruh potensi yang menjadi konteks hidup dan kehidupannya.&lt;br /&gt; Kita yakin dengan kesejahteraan dan pemberdayaan akan lahir generasi yang memiliki skill, kompeten, profesional, dan unggul dalam kopetisi. Tidak semata-mata generasi yang ’pandai’, tetapi cerdas menangkap peluang dan merebut kesempatan demi kejayaan bangsa dan negara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-2117817241574892377?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/2117817241574892377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2010/05/paud-investasi-strategis-pembangunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/2117817241574892377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/2117817241574892377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2010/05/paud-investasi-strategis-pembangunan.html' title=''/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-1276158102347231430</id><published>2009-03-12T20:43:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T20:52:46.470-07:00</updated><title type='text'>MEGALOMANIA</title><content type='html'>MEGALOMANIA&lt;br /&gt;Kita perlu terus-menerus berjuang untuk  membebaskan diri dari belenggu kuasa dosa, sehingga kita mampu melawan segala kecenderungan hati untuk meninggikan diri dan merebut kemuliaan Kristus. Tetapi harus kita ingat, bahwa pemulihan adalah karya keselamatan Allah. Dengan spiritualitas yang dipulihkan tersebut kita dimampukan untuk menjadi tangan Tuhan untuk memulihkan sesama.    Itu sebabnya, jika kita mau menanggalkan segala ambisi dan dorongan “megalomania”, maka kita akan dipakai oleh Tuhan sebagai penyampai kabar baik yang efektif dan dilengkapi oleh kuasa Roh-Nya.           &lt;br /&gt; Hasil pemulihan dari Allah adalah sukacita. “Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di  antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita”( Mzm. 126:2-3). Saat kehidupan kita dipenuhi oleh kerendahan hati yang menundukkan diri di bawah otoritas kasih Allah, maka kehidupan kita akan dipenuhi oleh sukacita yang tidak dapat diberikan oleh dunia ini. &lt;br /&gt; Sukacita  lahir dari suatu ucapan syukur kepada Allah yang telah melaksanakan karya keselamatan-Nya. Bukankah dalam makna teologis yang sama rasul Paulus juga berkata: “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa.  Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (I Tes. 5:16-18).  Inilah  perbedaan esensial antara seseorang yang memiliki kecenderungan dan tipe “megalomania” (perasaan diri “besar dan penting”), dengan seseorang yang mengucap syukur atas karya keselamatan Tuhan. Seorang megalomania selalu “mengucap syukur” dan memuji-muji diri sendiri sebab dia merasa sangat istimewa. Padahal secara psikologis, seorang “megalomania” pastilah seorang yang sakit jiwanya dan tidak mampu hidup di dunia nyata tetapi hidup dalam delusi (keyakinan semu) atas impian dan bayangannya sendiri.  &lt;br /&gt; Sebaliknya seorang yang mengucap syukur atas segala karya keselamatan Tuhan pastilah seorang yang mampu menyadari keterbatasan dan kekurangan dirinya, namun serentak mampu menghargai dirinya sebab dia tahu bahwa Allah sangat mengasihinya. Itu sebabnya seorang yang hidup dalam pengucapan syukur tidak pernah memandang diri secara berlebihan (superioritas diri), tetapi juga tidak pernah memandang secara berkekurangan (inferioritas diri). Dia mampu memandang diri secara tepat menurut cara pandang dan penilaian dari Allah. &lt;br /&gt; Oleh karena itu, sebelum kita sungguh-sungguh dapat menyampaikan kabar baik, kehidupan kita seharusnya dipenuhi oleh kabar baik yang membuat kehidupan kita berubah. Sebelum kita memberitakan tahun rahmat Tuhan telah tiba, kehidupan kita juga seharusnya dipenuhi oleh rahmat Tuhan yang membebaskan. &lt;br /&gt; Peran dan pelayanan seorang utusan Allah akan bertambah efektif ketika kehidupan rohaniahnya senantiasa terbuka untuk diubah dan diperbaharui oleh Allah. Tetapi sebaliknya, segala karunia dan berkat rohaniah yang diterima dari Allah menjadi lumpuh ketika dia membiarkan dirinya untuk dikuasai oleh dorongan/ambisi “megalomania” (perasaan diri penting dan  besar). Itu sebabnya pada  masa prapaska ini merupakan saat yang sangat tepat bagi kita untuk diubah dan diperbaharui oleh Tuhan agar kita dapat menyaksikan karya dan kemuliaan Kristus kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Untuk itu kita perlu menguji segala sesuatu dan memegang yang baik sampai kedatangan Tuhan Yesus (I Tes. 5:21); termasuk pula kesediaan untuk menguji diri sendiri sehingga kita dapat memerankan sebagai utusan kabar baik yang semakin efektif dan berkenan di hadapan Tuhan.   &lt;br /&gt; Bob Dylan menulis dalam syair lagu yang diinspirasi oleh  sikap Yohanes Pembaptis bahwa dia bukanlah Messias, yaitu: “You say you’re looking for someone who’s never weak but always strong / to protect you and defend you whether you are right or wrong, / someone to open each and ev’ry door, but it ain’t me, babe. . . / It ain’t me you’re looking for." (Kamu katakan mencari seseorang yang tidak pernah lemah tetapi selalu kuat untuk melindungi dan menjaga dirimu apakah kamu berlaku benar atau salah, seseorang yang membuka setiap pintu, tetapi itu bukanlah aku … Itu bukan aku yang sedang kamu cari).&lt;br /&gt; ==========doc.jsk.120309======================================&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-1276158102347231430?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/1276158102347231430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/03/megalomania.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1276158102347231430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/1276158102347231430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/03/megalomania.html' title='MEGALOMANIA'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-5180817536948340187</id><published>2009-03-09T20:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T20:58:40.934-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TETESAN EMBUN'/><title type='text'>TETESAN EMBUN JEES: MARET 2009</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tunga; 	panose-1:0 0 4 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:4194307 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Arial Black"; 	panose-1:2 11 10 4 2 1 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Franklin Gothic Medium"; 	panose-1:2 11 6 3 2 1 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.1pt 1008.15pt; 	margin:1.0cm 59.55pt 104.9pt 45.35pt; 	mso-header-margin:0cm; 	mso-footer-margin:0cm; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;; color: red; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Maret 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; font-size: 11pt; color: red; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; font-size: 11pt; font-family: Tunga; color: red; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Berserah dalam Pelayanan&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;; color: red; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;METANOIA&lt;span style=""&gt;                           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 0%; font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;; color: red; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;NO. 03/Th. I/3/2009&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; color: red;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8.5pt; color: white;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;; color: blue;"&gt;Mengapa Tetesan Embun?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Aku minta Tuhan menyingkirkan deritaku, Tuhan menjawab, “Tidak, itu bukan untuk Kusingkirkan tetapi agar kau mengalahkannya.Aku minta Tuhan menyempurnakan kecacatanku, Tuhan menjawab, “Tidak, jiwa itu sempurna, badan hanyalah sementara.”Aku minta Tuhan memberiku kesabaran, Tuhan menjawab, “Tidak, kesabaran adalah hasil dari kesulitan. Itu tidak dihadiahkan tapi untuk dipelajari.”Aku minta Tuhan agar memberiku kebahagiaan, Tuhan menjawab, “Tidak, Aku memberimu berkat, kebahagiaan itu tergantung padamu.” Aku minta Tuhan menjauhkanku dari penderitaan, Tuhan menjawab, “Tidak, penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu dekat kepada-Ku.”Aku minta Tuhan menumbuhkan Roh, Tuhan menjawab, “Tidak, kau harus menumbuhkannya sendiri,tetapi Aku akan memangkas setiap ranting kering untuk membuat kamu berbuah.”Aku minta Tuhan segala hal yang membuatku menikmati hidup, Tuhan menjawab,“Tidak, Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.”Aku minta Tuhan membantuku mengasihi orang lain seperti Ia mengasihi aku, Tuhan menjawab:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Ahhhhhhh……akhirnya kau mengerti. Hari ini adalah milikmu. Jangan sia-siakan. Tuhan memberkatimu. Bagi dunia mungkin kau hanyalah seseorang tetapi bagi seseorang kau mungkin dunianya.” (Clara Cyndi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 22pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="background: red none repeat scroll 0% 0%; font-size: 22pt; color: blue; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;REFLEKSI:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 0%; font-size: 22pt; color: blue; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Wajah-wajah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Wajah memegang peran penting dalam pergaulan hidup bersama. Wajah cerah mengusir hati susah. Wajah gerah, membuat hati gundah. Senyuman manis di wajah membuat hidup bersama jadi indah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sayang, kini, wajah tidak lagi menampilkan hati. Wajah menyembunyikan isi hati. Wajah tidak lagi menunjukkan isi hati. Mengapa? Kemunafikan, jawabnya. Yang kita temukan, dalam hidup sehari-hari, wajah kebohongan, pura-pura, bertopeng, bunglon. Manusia modern, manusia seribu wajah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Alangkah indahnya hidup bersama bila wajah-wajah memancarkan kecerahan, keramahan, kasih, sebagai pantulan jiwa murni, tulus, suci.. Surga!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebaliknya, betapa gerah hidup ini, bila setiap saat kita berjumpa dengan wajah-wajah lusuh, keruh, garang, penuh curiga, dan semena-mena. Neraka!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kita semua merindukan kehidupan bersama yang saling pengertian, saling memahami, saling mengakui, mendukung, menerima, dan saling menyempurnakan. Sehingga, hidup bersama bukan hanya kumpulan wajah yang saling menipu, tetapi pancaran hidup dan perjuangan hidup. Bukankah bila hati kita tulus-ikhlas-jujur, wajah cerah penuh gairah? Bukankah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hati yang baik-sabar, lebih mulia daripada wajah tampan atau jelita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Jiwa yang telah menyaksikan hantu kematian tak dapat ditakut-takuti oleh wajah pencuri, prajurit yang telah melihat pedang di atas kepalanya dan aliran darah di bawah kakinya tak peduli batu-batu yang dilemparkan kepadanya” tulis sang penyair agung, Khalil Gibran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Wajah manusia bijaksana memiliki jiwa berani. Audentes Deus ipse invat: Tuhan selalu menolong orang yang berani. Berani berkata tidak, berani menentang arus, berani berkata ya, berani membela yang tersisih-tergusur- terpinggirkan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Betapa banyak orang, pada era global ini, lupa memperhatikan kebutuhan jiwanya. Negeri ini dipenuhi wajah-wajah pemburu harta, kekayaan, jabatan, status. Kita lupa, ”Apakah gunanya orang memperoleh seluruh dunia, bila kehilangan jiwanya?”(Matius 16:25)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Wajah-wajah yang kita jumpai setiap harinya: manusia bertindak ngawur, karena jiwanya rendah, tidak jujur, dan tidak luhur. Bahkan, sering tingkah lakunya aneh, supersibuk, penuh tanya karena jiwa tak pernah terpelihara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Wajah keluarga, wajah masyarakat, wajah bangsa, wajah negara, dan juga wajah gereja sering carut-marut karna wajah manusia carut-marut pula. Sebaliknya, keluarga-masyararakat-bangsa-negara, juga gereja, indah mempesona bila wajah manusia indah mempesona!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Metanoia adalah jiwa murni. Karna, hanya jiwa yang terpelihara, jiwa yang berani dan suci, jiwa yang bijaksana mampu menjadikan keluarga-masyarakat-gereja menjadi GTR (garam-terang-ragi). Tak ada guna kita berpantang atau berpuasa bila jiwa murni tak kita miliki!&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;. “Pergilah ke seluruh dunia, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” (Matius 28:19-20)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; color: blue;"&gt;INSPIRASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 0%; font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;BINTANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tak asing bagi kita: bintang di langit. Tak terbilang jumlahnya. Mempesona malam terang. Menggedor kesadaran batin-rohani bila lama-lama berhening dengannya pada keheningan malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bintang adalah simbol harapan. Tak percaya? Gantungkan cita-cita setinggi bintang di langit. Anak keturunanmu akan seperti bintang di langit. (Janji Tuhan pada Abraham). Bintang juga simbol keberhasilan dalam hidup: bintang kelas, bintang lapangan, bintang film, dlsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tapi, pernahkan Anda berpikir bahwa bintang adalah simbol kesetiaan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bintang selalu setia. Tak pernah lelah, sakit hati, minder, memfitnah, dan tak kenal surut langkah. Tidak percaya? Bintang selalu bersinar,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada waktu siang, meski kalah sinar dan dayanya dengan matahari. Bintang tidak pernah melawan atau ramai-ramai mogok dan demo. Bintang dengan penuh kesetiaan tetap bersinar walau sinarnya kalah dengan sinar matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 0%; font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Laut&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 22pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Apa yang menarik dari laut? Apa yang dapat kita banggakan dengan sebutan negeri maritim. Pernah saya presentasi di hadapan Tim Penguji Departemen Kelautan (2004) bahwa masa depan Dunia ada di Laut &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bahkan, dari budidaya udang, kita bisa bayar utang. Namun kenyataannya? Kita tidak pernah belajar dan berefleksi tentang laut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Laut adalah simbol totalitas jiwa rohani manusia. Apa pun yang dibawa aliran sungai tak ada yang ditolak, dipilah, atau ditunda. Semua yang terbawa arus deras sungai diterimanya dengan ”kepasrahan mendalam”. Pasti bukan sebuah kekalahan. Pasti bukan ketidakberdayaan. Air keruh, berlumbur, kotor, tercemar direngkuh-diterima dengan penuh kasih-cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Laut adalah simbol kebijaksanaan dan religiositas. Tak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;haran&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; banyak penyair menggunakan Laut sebagai simbolisasi interpretasi hidup dan kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Memang, indah sekali, bila manusia mampu menjalani hidup dan kehidupan seperti laut. Menerima segala sesuatu dan mengubahnya hingga menjadi ”daya hidup” dan ”sumber hidup” manusia atau biota laut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 0%; font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Angin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Angin semilir di pegunungan sangat menyejukkan. Sangat diminati orang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pada akhir pekan. Tak mengeherankan tanah-tanah di bukit atau pegunungan, kini, telah bergeser kepemilikan. Banyak villa dibangun. Sebagai tempat istirahat di kala badan penat atau pikiran kusut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Angin gunung beda dengan angin laut. Angin laut biasanya kurang bersahabat. Bikin penyakit. Sama halnya dengan badai gurun. Meski masih sekerabat, badai gurun bikin orang takut. Kini, yang menjadi musuh manusia global adalah angin puting beliung. Bikin sengsara, bikin kalang kabut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hanya, yang memikat dari angin: tak pandang bulu. Tetangga ”goreng” ikan asin, kita ikut menikmati. Goreng bawang merah, ikut menelan air liur. Tak ketinggalan, teman yang duduk di sebelah, lalu buang angin, kita pun kalang kabutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bila angin bisa dan mampu menjalani perannya tanpa pandang bulu, tanpa pilih kasih. Bergaul dan berbagi dengan siapa saja, mengapa manusia ’enggak bisa’ya? Aneh!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 0%; font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Ombak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bila kecil sangat bersahabat. Orang berduyun-duyun tamasya ke pantai, tujuannya satu: bermain dengan ombak. Tapi, jangan tanya kalau membesar. Aceh, pangandaran, luluh lantak karena ”ombak besar”. Kapal nelayan, kapal ferry jungkir balik karena ombak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan, kita pun lebih senang bersemangat ombak: ”bergulung-gulung di tengah lautan luas, hilang tak berbekas di tepian. Menggebu, bersemangat, berkobar-kobar: ingin ini, itu,,,tapi ada kesulitan lalu menghilang. Persis kura-kura, bersembunyi di bawah batoknya yang keras. Heran!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 26pt; color: blue;"&gt;PESONA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Adalah Eny Kusuma penulis buku ANDA LUAR BIASA yang menggagas sebuah refleksi mendalam-menusuk relung kalbu-menyemangati menata hati: REVOLUSI BABU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Eni Kusuma, 31 tahun, lahir di Banyuwangi. Bungsu dari tiga saudara. Akrab dengan kemiskinan-beban hidup-cobaan hidup. Rumahnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pun dekat TPA! Rajin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengaji, sekolah, dan memulung sampah. Ia pun rajin membaca: sobekan buku, koran, majalah yang berserak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Eni kecil tumbuh sebagai gadis pemalu, pendiam, dan susah bicara. Ia gagap. Maka, ia lebih suka tinggal di rumah daripada bergaul dengan teman sebaya. Atau, sibuk membantu ibunya membuat kue&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau membantu ayahnya membuat kerupuk. Eny berhasil menamatkan SMA Negeri 1 Banyuwangi. Tetapi, berulang gagal memperoleh pekerjaan.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah ”MBABU” di Hongkong, Eny dapat membantu ekonomi keluarga. Yang paling membahagiakan: ia bisa membeli buku-buku yang ia suka: penting dan perlu. Pertama, ia belajar menata hati. Menata hati, yang kini hilang dalam hidup manusia, merupakan modal utama untuk do and give the best. Kedua, ia tidak pernah merasa ’tidak bisa’ sekalipun divonis orang ’tidak bisa’..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Eni selalu berpikir positif. Singkat cerita, ia buktikan ”kata orang” memang tidak perlu ditanggapi. Tulisan-tulisan Eni Kusuma muncul di Pembelajaran.com dan sejumlah media: di Hongkong maupun &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Eni aktif di banyak milis yang dimoderatori para motivator, penulis senior, dan sastrawan. Bahkan, ia menjadi moderator milis Backhomers bersama rekannya Kristoper David (mahasiswa ITS). Eni menggagas rubrik SO WHAT GITU LOH, yang menjadi idiom anak muda &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tahun terakhir. Ia menulis puisi, novel, dan buku ANDA LUAR BIASA. Adakah hal-hal luar biasa dari Eni Kusuma?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kita semua adalah babu; selaras dengan kedudukan dan profesi kita. Menjadi babu, menjadi pelayan, seperti kata Maria: fiat me meus est servus Dei (Lukas 1:38)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ringkas refleksi dari penyapu jalan hingga presiden adalah BABU. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Dus&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; akan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;"&gt;gemah ripah loh jinawi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;bila semua komponen bangsa menyadari mengabdi dengan kesabaran dan tanggung jawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;" lang="IT"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-5180817536948340187?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/5180817536948340187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/03/tetesan-embun-jees-maret-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/5180817536948340187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/5180817536948340187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/03/tetesan-embun-jees-maret-2009.html' title='TETESAN EMBUN JEES: MARET 2009'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-3172168279881891684</id><published>2009-02-12T16:24:00.001-08:00</published><updated>2009-02-12T18:24:39.327-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JS KAMDHI'/><title type='text'>JS KAMDHI: TETESAN EMBUN FEBRUARI</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Tunga; 	panose-1:0 0 4 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:4194307 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"Arial Black"; 	panose-1:2 11 10 4 2 1 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Franklin Gothic Medium"; 	panose-1:2 11 6 3 2 1 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;; color: red; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Februari 2009&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 10pt; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 10pt; font-family: Tunga; color: rgb(255, 102, 0); -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 10pt; font-family: Tunga; color: red; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Berserah dalam Pelayanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Tunga; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;; color: blue; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;MENTRADISI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 10pt; color: black; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;; color: blue; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;; color: blue; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;NO. 02/Th. I/2/2009&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;"&gt;SAPAAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial Black&amp;quot;;"&gt;Mengapa Tetesan Embun?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;da&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt; beraneka kegunaan gelas. Di antaranya, untuk minum dan status sosial. Harga pun beragam; ribuan dan jutaan. Status pengguna pun beragam. Dari mereka yang di gubuk kartun hingga istana negara. Isi gelas, lebih beragam; air putih, kopi, teh, susu, anggur, sirup, hingga yang beralkohol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Secara analog, agama dan keberagamaan seperti gelas dan isi gelas. Agama lebih menunjuk kepada kelembagaan kebaktian pada Tuhan dengan segala aspeknya: yuridis, resmi, peraturan, hukum, ritual, serta seluruh organisasi tafsir alkitabiah.Termasuk di dalamnya institusinya! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Sedang, keberagamaan atau religiositas lebih melihat dalam lubuk hati, riak getaran hati-nurani pribadi, sikap sembah, sikap tobat, yang sedikit banyak misteri bagi orang lain karena merupakan intimitas jiwa, cita-rasa yang mencakup totalitas jiwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Religiositas, sebagai isi gelas, harus diperjuangkan setiap saat meski harus dengan jatuh-bangun, gagal-sukses, bersemangat-loyo. Religiositas menunjuk pada &lt;b style=""&gt;”kuatnya relasi dengan Tuhan sebagai awal-akhir kehidupan”&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pertanyaan kita, mengapa banyak orang ”bergelas kosong atau sedikit berisi”? Mengapa, di negeri berketuhanan ini, orang hanya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sibuk dengan bentuk, harga, dan kegunaan gelas?Mengapa orang tidak berusaha dan berjuang dengan sepenuh hati dan jiwa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bagaimana mengisi gelas hidupnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;REFLEKSI:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 0%; font-size: 16pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;DO THE BEST, GIVE THE BEST&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;“&lt;i style=""&gt;Segala sesuatu yang kaulakukan kepada saudara-Ku yang paling hina, itu kaulakukan kepada-Ku&lt;/i&gt;”&lt;b style=""&gt;(Matius&lt;/b&gt; 25:40)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ebuah dongeng &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mengisahkan seorang petani yang membawa satu karung gandum di pundaknya. “&lt;i style=""&gt;Berilah saya sejumlah gandum&lt;/i&gt;,” kata Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Petani itu pun memberikannya ikatan terkecil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Tuhan terima gandum itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;Diubahnya, menjadi emas. Dan, diberikannya lepada petani. “&lt;i style=""&gt;Kenapa aku hanya berikan untaian yang terkecil. Kenapa tak kuberikan separuh dari gandumku&lt;/i&gt;,” sesal petani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Orang yang sulit memberi, sedikit menerima. Benarkah? Bukankah benda yang dilempar ke atas, pasti jatuh? Jujur harus kita akui bahwa kita, sebenarnya, &lt;b style=""&gt;menerima lebih dulu&lt;/b&gt; baru memberi. Menerima dari orangtua, sanak-famili, handai-taulan, dari Tuhan. Karena kita telah menerima (sudut datang), selayaknyalah kita memberi (sudut pantul). Dengan memberi, kita menrima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Zaman ini, memberi semakin sulit dilakukan. Memberi menjadi beban, sesuatu yang berat. Memberi dipahami sebagai kehilangan. Kini, semuanya diukur dengan uang. Il n’y a pas d’argent, il n’y a pas d’aisance. Tidak ada uang, tidak ada persahabatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Eric Fromm&lt;/b&gt;, pakar psikoanalisis dari Amerika pernah berkata&lt;i style=""&gt;, ”Kesalahpahaman yang sudah umum adalah memberi diartikan sebagai menyerahkan sesuatu, kehilangan sesuatu, mengorbankan sesuatu. Orang menjadi berkekurangan karena memberi itu kehilangan. Orang yang berkecukupan memberi merupakan tanda kekuatan, kehebatan, kebanggaan. Mereka lupa memberi lebih membahagiakan daripada menerima, bukan kekurangan tetapi wujud kuatnya religiositas.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;”&lt;b style=""&gt;Do the best, give the best&lt;/b&gt;” harus menjadi pegangan dan pedoman hidup. Menjadi arah dan perjuangan hidup. Mengapa? Memberi dan melakukan yang terbaik berarti memberi dan melakukan untuk Tuhan: terlibat dan melibatkan diri dalam penebusan, penyelamatan, dan menjadi &lt;b style=""&gt;alter Christi.’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Berapa banyak orang yang sakit jiwa. Banyak orang lebih suka menjadi ‘&lt;b style=""&gt;be athers’&lt;/b&gt;: hidup dalam dunia mimpi, dalam dunia khayal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Menjadikan dirinya Tuhan: hantam sana-sini, pukul sana-sini. Demi alasan semu! Sebab, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;orang yang tahu sedikit akan berbuat di luar batas kewajaran, orang menjadikan dirinya Tuhan: dengan memberi stigma orang lain kafir, sesat, bejat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Tuhan menciptakan semua orang dengan kelebihan dan kekurangan. Dengan kelebihannya manusia harus berbagi sehingga kekurangan dimiliki &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menjadi hilang. Sebaliknya, kelebihan yang Tuhan anugerahkan berlipat ganda sehingga menghapus segala kekurangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Kelebihan-kekurangan yang kita miliki saling melengkapi. Kelemahan menyadarkan kita untuk rendah hati, refleksi, mawas diri, selalu berbenah, dan membangun relasi. Sedangkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kelebihan, menjadikan orang berendah hati manakala menyadari kekurangannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Tuhan tidak pernah mempersoalkan etnismu apa, kamu kaya atau miskin, kamu berpendidikan atau buta huruf. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Tuhan selalu mendorong kita! untuk &lt;i style=""&gt;DO THE BEST. GIVE THE BEST&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: red none repeat scroll 0% 0%; font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;INSPIRASI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Pohon Pisang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;" lang="FI"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;ernah memperhatikan pohon pisang? Barangkali lepas dari perhatian kita. Meski, kita sering mengonsumsi, namun toh kita jarang memperhatikan. Padalah, pohon pisang luar biasa. Betapa tidak? Di satu pihak, seluruh bagian pohon pisang memiiki nilai tinggi: batang, daun, pelepah, buah. Di pihak lain, daya hidup yang luar biasa. Sore hari kita tebas, pagi hari sudah bertunas. Pagi kita tebas, menjelang petang bertunas. Seribu kali kita tebas, seribu kali pula bertunas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Pohon pisang tak akan menyerah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;Ada daya yang luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Ada kekuatan, daya hidup, daya tumbuh. Tak padam semangat. Tak pupus harapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Pohon pisang tak surut langkah. Baru menyerah setelah mengahssilkan buah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Dengan baptisan, selayaknya kita pun seperti pohon pisang. Tak kan pernah berhenti dalam menebar kasih. Bukankah dengan baptisan, immanuel ada dalam hati kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Pohon Jati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;" lang="FI"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;pa yang kita kenal dengan pohon jati? Spontan kita akan menjawab: daunnya. Bukankah daun jatimenjadi trade mark ”wong cerb0n?: nasi jamblang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Bila kita cermati, pohon jati adalah pohon yang cerdas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Sangat cerdas. Betapa tidak? Menjelang musim kemarau, pohon jati akan ”merontokkan daunnya”. Sehingga, ketika kemarau panjang menjelang, hutan jati hanya dipadati pohon tanpa daun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Demikian halnya, menjelang musim penghujan, tunas muda bersemi menghadirkan pemandangan mempesona, indah tak terperi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Pohon jati, pohon cerdas. Seolah ada daya luar biasa untuk masuk dalam situasi. Berkemampuan menyesuaikan diri tanpa kehilangan ”jati diri”: Apakah kita juga cerdas layaknya pohon jati? Atau tergerus arus peradaban, tak berdaya laruk dalam pencarian sia-sia?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Ilalang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;" lang="SV"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;agi petani, ilalang menjadi kawan dan lawan. Kawan, karena daripadanya dapat dibuat menjadi atap rumah yang perkasa. Peneduh waktu panas atau hujan. Lawan, karena menjadi pengganggu daya tumbuh tanaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Bagi orang kreatif ilalang memiliki “harga tinggi”: lukisan, anyaman, atau kerajinan lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Dalam dunia persilatan, ilalang menghadirkan jurus-jurus perkasa-kokoh-mematikan. Tak heran, tumbuhan ilalang menjadi simbol : tak berdaya tetapi perkasa. Betapa tidak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Ilalang akan menantang-menerjang apa pun yang dihadapi. Topan yang berhembus kuat dari selatang dihadang dan diterjang. Meski, harus jatuh terkulai, namun akan tegak berdiri lagi. Badai menerjang dari timur, dihadapi dengan percaya diri, terkulai, tetapi tetap bangun dan tegak berdiri. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;Demikian juga bila angin datang dari barat atau utara, ilalang akan menghadangnya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Pohon Kelapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;" lang="SV"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="SV"&gt;eharusnya, hidup rakyat negeri ini makmur-sejahtera. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;Lihat saja, dari pohon kelapa. Seluruh bagiannya, mampu memakmurkan rakyatnya. Meski kenyataannya, sengsara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Sabut kelapa mimiliki nilai ekonomis tinggi, batok kelapa, kopra, lidi, daun kelapa, dan batangnya. Luar biasa! Tak ada yang terbuang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Buah kelapa tidak sama besar, meski satu tangkai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;Ada yang besar, ada yang kecil. Ada yang berkualitas, ada yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“kurang bermanfaat”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Dalam hidup nyata, sering kita lupa: menuntut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;anak-anak kita dengan usuran yang sama. Bahkan, kita memanding-bandingkan: kakakmu lebih rajin, lebih pintar, menurut, Sedang kau, apa yang dapat dibanggakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue;" lang="FI"&gt;PESONA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;; color: blue;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Franklin Gothic Medium&amp;quot;;" lang="ES"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="ES"&gt;oe&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; Hok Gie&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt; namanya. Harum mewangi. Terpatri dalam hati setiap anak muda yang “cinta”: kebenaran, kejujuran, keberanian, ketulusan, pengorbanan, dan keberpihakan pada yang hina-papa.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Lahir 17 Desember 1942. Meninggal 16 Desember 1969. Hidup yang begitu singkat, Nahum menorehkan sejarah keberanian melibas kemunafikan, kesewenangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Tak heran bila Mira Lesmana dan Riri Reza mengabadikan perjalanan hidup Soe Hok Gie menjadi sebuah tontonan memikat-mengharukan dalam film GIE. Film Gie diangkat dari buku Soe Hok Gie berjudul &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;setebal 494.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Setelah lulus SMA Kanisius . kuliah di UI, menjadi dosen, mendirikan MAPALA UI. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Semasa mahasiswa, gerakan dan sepakterjan Gie diyakini berpengaruh tumbangnya Orde Lama. Meski, harus kecewa, teman-teman seperjuangan “bermuda ganda” (persis aktivis reformasi): menumbangkan rezim, mengulangi sepak terjang rezim yang ditumbangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;Menarik sekali mencermati komentar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;DR John Maxwell&lt;/b&gt;, yang yang sangat terpesona pada sosok Gie dalam bukunya &lt;i style=""&gt;Soe Hok Gie Pergulatan Intelectual Muda Melawan Tirani, &lt;/i&gt;berikut ini: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;“&lt;em&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b style=""&gt; ujarnya. &lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;“Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-3172168279881891684?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/3172168279881891684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/02/js-kamdhi-tetesan-embun-februari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3172168279881891684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/3172168279881891684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/02/js-kamdhi-tetesan-embun-februari.html' title='JS KAMDHI: TETESAN EMBUN FEBRUARI'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-6037857119816010254</id><published>2009-01-18T19:46:00.001-08:00</published><updated>2009-01-18T19:47:54.950-08:00</updated><title type='text'>JS KAMDHI: TETESAN KEPRIHATINAN (KOMPAS FORUM)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Anggota dewan seumur hidup&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;menjadi anggota dewan seumur hidup, waaah enaknya&lt;br /&gt;pensiun komisaris, direktur, menteri, menjadi gubernur atau bupati,&lt;br /&gt;waaah enaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kemana anak-anak bangsa&lt;br /&gt;yang masih penuh idealis dan cita-cita?&lt;br /&gt;waaah, susahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba bayangkan untuk mendapat kerja&lt;br /&gt;ada persyaratan pengalaman sekiannnn tahun&lt;br /&gt;waaah, susahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana mendapat pengalaman&lt;br /&gt;bila lulus S1 atau S2&lt;br /&gt;semua pintu tertutup rapat &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Lho, lha iya...&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;bayangkan saja sejak 1971 di senayan&lt;br /&gt;sekarang masih genthayangan dengan partai baru&lt;br /&gt;pensiun ini-itu (gila nggak usia pensiun 70 tahun-un)&lt;br /&gt;ngebet jadi anggota dewan, bupati, walikota, gubernur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tolong dong ah, lembaga survei-vei&lt;br /&gt;itunglah&lt;br /&gt;jangan hanya yang itu-itu melulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup anak muda yang berdikari&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="progress_318605" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:24pt;height:24pt'/"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="progress_318605" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a name="vB::QuickEdit::318605"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://forum.kompas.com/editpost.php?do=editpost&amp;amp;p=318605"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="Edit/Delete Message" style="'width:24pt;height:24pt'" button="t"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="Edit/Delete Message" shapes="_x0000_i1026" border="0" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Kapitalis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;konversi minyak tanah menjadi gas bikin kalang kabutan&lt;br /&gt;minyak tanah menghilang&lt;br /&gt;gas menguap&lt;br /&gt;lagi-lagi rakyat sengsara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;kalian terbahak, " Siapa bisa melawanku?&lt;br /&gt;kita harus licin seperti belut&lt;br /&gt;rakus seperti tikuss!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Kapitalis-lis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;ekonomi kita ekonomi kapitalis&lt;br /&gt;gula petani diterjang gula impor kapitalis&lt;br /&gt;beras petani terkubur beras impor kapitalis&lt;br /&gt;bawang-merah membusuh karna bawang-merah impor kapitalis&lt;br /&gt;bahkan, sekolah-sekolah tlah dijual oleh kapitalis&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; besar-kecil dipenuhi supermarket dan minimarket kapitalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rakyat tetap tidak sejahtera&lt;br /&gt;sampai kapan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-6037857119816010254?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/6037857119816010254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/01/js-kamdhi-tetesan-keprihatinan-kompas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/6037857119816010254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/6037857119816010254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/01/js-kamdhi-tetesan-keprihatinan-kompas.html' title='JS KAMDHI: TETESAN KEPRIHATINAN (KOMPAS FORUM)'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-9107958193679993419</id><published>2009-01-18T16:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T19:01:40.604-08:00</updated><title type='text'>JS KAMDHI : TETESAN KEPEDULIAN (KOMPAS FORUM)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Penggusuran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;selalu dan terus terjadi di seluruh pelosok negeri&lt;br /&gt;berpuluh tahun telah menghuni&lt;br /&gt;bayar listrik, air, dan jasa rukun warga&lt;br /&gt;kenapa di negeri berperikemanusiaan lebih tidak manusiawi&lt;br /&gt;kenapa di negeri berkeadilan lebih banyak yang ditumbalkan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="progress_287399" spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:24pt;height:24pt'/"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="progress_287399" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a name="vB::QuickEdit::287399"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://forum.kompas.com/editpost.php?do=editpost&amp;amp;p=287399"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" alt="Edit/Delete Message" style="'width:24pt;height:24pt'" button="t"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="Edit/Delete Message" shapes="_x0000_i1027" border="0" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Bertahun-tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila telah menghuni berpuluh tahun&lt;br /&gt;punya listrik&lt;br /&gt;punya telpon&lt;br /&gt;siaptah yang salah &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="progress_289945" spid="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:24pt;"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="progress_289945" border="0" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a name="vB::QuickEdit::289945"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://forum.kompas.com/editpost.php?do=editpost&amp;amp;p=289945"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" alt="Edit/Delete Message" style="'width:24pt;height:24pt'" button="t"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="Edit/Delete Message" shapes="_x0000_i1029" border="0" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Silaturahmi...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;jakarta&lt;/st1:city&gt; memang pesona&lt;br /&gt;sebab uang-kuasa-kenikmatan berpusat di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap habis lebaran bertambah pendatang&lt;br /&gt;lha, apakah pernah ada silaturahmi&lt;br /&gt;antargubernur DKI dengan gubernur tempat asal rakyat&lt;br /&gt;yang mengadu nasib di DKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bicara dari hati ke hati mencari solusi... &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="progress_291413" spid="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:24pt;"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="progress_291413" border="0" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a name="vB::QuickEdit::291413"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://forum.kompas.com/editpost.php?do=editpost&amp;amp;p=291413"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" alt="Edit/Delete Message" style="'width:24pt;height:24pt'" button="t"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="Edit/Delete Message" shapes="_x0000_i1031" border="0" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Pamong Praja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;mengapa harus menggertak-memukul-menyita&lt;br /&gt;mengapa tegur sapa-silaturahmi tidak terjadi&lt;br /&gt;yang kalian hadapi bukan tapir atau badak&lt;br /&gt;mereka manusia yang punya nyali demi anak-istri&lt;br /&gt;tidak dengan mencuri-merampok-korupsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamong Praja?&lt;br /&gt;pahamkah kalian maknanya? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="progress_287541" spid="_x0000_i1032" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:24pt;"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="progress_287541" border="0" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a name="vB::QuickEdit::287541"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://forum.kompas.com/editpost.php?do=editpost&amp;amp;p=287541"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1033" type="#_x0000_t75" alt="Edit/Delete Message" style="'width:24pt;height:24pt'" button="t"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="Edit/Delete Message" shapes="_x0000_i1033" border="0" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: red none repeat scroll 0% 50%; color: rgb(51, 51, 153); -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:14;" &gt;Lha, Iya ya...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;lha itu masalahnya&lt;br /&gt;ada yang diadu domba&lt;br /&gt;di mata jelata siapa yang bengis tak berperikemanusiaan&lt;br /&gt;satpol PP &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;?&lt;br /&gt;kenapa penghuni tergusur&lt;br /&gt;bisa punya saluran listrik, telepon, gas, atau PDAM&lt;br /&gt;bayar ini-itu&lt;br /&gt;sah sebagai penghuni&lt;br /&gt;tapi sah dikorbankan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="progress_289944" spid="_x0000_i1034" type="#_x0000_t75" alt="" style="'width:24pt;"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="progress_289944" border="0" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;a name="vB::QuickEdit::289944"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://forum.kompas.com/editpost.php?do=editpost&amp;amp;p=289944"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1035" type="#_x0000_t75" alt="Edit/Delete Message" style="'width:24pt;height:24pt'" button="t"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="Edit/Delete Message" shapes="_x0000_i1035" border="0" height="32" width="32" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: blue none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:14;color:lime;"  &gt;Kedongdong...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-size:14;color:lime;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;halus, bersih, memikat di luar&lt;br /&gt;berserabut di dalam&lt;br /&gt;inilah kepemimpinan kita saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;munafik!&lt;br /&gt;miris hati ini setiap saat baca dan lihat&lt;br /&gt;anak bangsa dipukul-dirampas hak usaha dan hak hidup&lt;br /&gt;bukankah mereka pemilih sah negeri ini?&lt;br /&gt;bukankah UUD 1945 menjamin mereka? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background: red none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Kepiting&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:20;"&gt;  &lt;hr align="center" color="#d1d1e1" noshade="noshade" size="1" width="100%"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;beribu-ribu kepiting memasuki gedung-gedung perkantoran&lt;br /&gt;gesit-lincah&lt;br /&gt;beribu-ribu orang lapar menangis&lt;br /&gt;di jalan raya&lt;br /&gt;di tempat gusuran&lt;br /&gt;di trotoar-trotoar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepiting sawah pandai membuat lubang&lt;br /&gt;kepiting pantai piawi berjalan mundur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah,&lt;br /&gt;berjuta-juta kepiting sawah-pantai&lt;br /&gt;berbaris rapi dari sabang-merauke &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:16;color:red;"  &gt;Heran...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-size:16;color:red;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;sekolah berlomba-lomba bilingual&lt;br /&gt;bukan pencerdasan anak bangsa&lt;br /&gt;bukan memanusiakan manusia muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekolah berlomba-lomba (bahkan untuk TK)&lt;br /&gt;menjadikan tunas bangsa sebagai balon&lt;br /&gt;bukan tanaman muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bertanya&lt;br /&gt;tidakkah akan hilang kebanggaan&lt;br /&gt;berbahasa satu bahasa Indonesia&lt;br /&gt;bernegeri satu negeri &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:14;color:red;"  &gt;Kenapa...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;kenapa tikus-tikus sawah tidak ditembak mati saja Pak Polisi?&lt;br /&gt;kenapa&lt;br /&gt;antek-antek kapitalis penyengsara petani (aku anak petani dari Sleman yang rindu&lt;br /&gt;pulang)&lt;br /&gt;diberi ampunan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Polisi, usut sampai ke sarangnya&lt;br /&gt;selaksa derita&lt;br /&gt;petani rasa&lt;br /&gt;panen raya, beras impor melindas&lt;br /&gt;tebu rakyat menjadi gula, gula&lt;br /&gt;impor melindas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tikus-tikus sawah antek-antek kapitalis&lt;br /&gt;adalah jilmaan sarpakena&lt;br /&gt;yang srakah&lt;br /&gt;dan licik &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Lho, lha iya...&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;bayangkan saja sejak 1971 di senayan&lt;br /&gt;sekarang masih genthayangan dengan partai baru&lt;br /&gt;pensiun ini-itu (gila nggak usia pensiun 70 tahun-un)&lt;br /&gt;ngebet jadi anggota dewan, bupati, walikota, gubernur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tolong dong ah, lembaga survei-vei&lt;br /&gt;itunglah&lt;br /&gt;jangan hanya yang itu-itu melulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup anak muda yang berdikari&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-9107958193679993419?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/9107958193679993419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/01/penggusuran-selalu-dan-terus-terjadi-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/9107958193679993419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/9107958193679993419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/01/penggusuran-selalu-dan-terus-terjadi-di.html' title='JS KAMDHI : TETESAN KEPEDULIAN (KOMPAS FORUM)'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5021574342295440445.post-7404045105671082271</id><published>2009-01-15T17:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T19:06:39.443-08:00</updated><title type='text'>JS KAMDHI: TETESAN EMBUN JANUARI 2009</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="TetesaN Embun" shapes="_x0000_i1025" height="114" width="337" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="Section1"&gt;&lt;div style="border: 1pt solid windowtext; padding: 1pt 4pt;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: georgia;font-family:Tunga;color:blue;"  &gt;Januari 2009&lt;/span&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:11;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:11;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-family:Arial;font-size:11;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Berserah dalam Pelayanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-size:10;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;TAHUN BARU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: verdana;font-size:11;color:black;"  &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: verdana;"&gt;NO. 01/Th. &lt;/span&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: verdana;" lang="SV"&gt;I/1/2009&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:11;color:red;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:11;"  lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="background: red none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" lang="SV"&gt;Mengapa Tetesan Embun?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kini, kebenaran telah punah di negeri jamzrud khatulistiwa. Kebohongan, pura-pura, kepalsuan, bertebaran di setiap jengkal. Terganggulah relasi. Hilanglah dialog batin rohani. Suasana hidup penuh rekayasa. Basa-basi, tak ada spontanitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sayang, banyak orang menolak yang benar. Yang benar menjadi samar. Yang jujur menjadi hancur. Yang adil menjadi kerdil. Yang setia merana! Menyatakan dan mengatakan yang tidak benar menjada ”gaya hidup”. Benarlah filsuf-penyair &lt;b style=""&gt;John Wolgang von Gothe&lt;/b&gt;, &lt;i style=""&gt;”Kebenaran adalah cahaya yang menyilaukan, sehingga orang lebih suka menutup mata.”&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dari dunia binatang kita bisa belajar bagaimana berinteraksi, bersosialisasi, dan bertahan dalam tantangan-himpitan-cobaan. Seolah, binatang dibekali kemampuan menyesuaikan diri. Ikan, misalnya, meskipun hidup di laut dengan air yang asin,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi tidak menjadi asin. Ada daya yang luar biasa hingga tak dilibas situasi, tetapi mampu menciptakan situasi. Tidak terkondisikan, tetapi mengkondisikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lalu, dengan langkah dan gerak jiwa manakah tahun baru, 2009, akan kita jalani? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;s style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t158" coordsize="21600,21600" spt="158" adj="1404,10800" path="m@37@0c@38@3@39@1@40@0@41@3@42@1@43@0m@30@4c@31@5@32@6@33@4@34@5@35@6@36@4e"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="val #0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @0 41 9"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @0 23 9"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @2"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 #0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @3"&gt;   &lt;v:f eqn="sum #1 0 10800"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 #1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @8 1 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @8 2 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @8 4 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @8 5 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @8 2 1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @9"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @10"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @8"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @11"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @12"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @13"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #1 1 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #1 2 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #1 4 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #1 5 3"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #1 2 1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @20"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @21"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @22"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @23"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @24"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @19 0"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @18 @20"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @17 @21"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @16 #1"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @15 @22"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @14 @23"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 21600 @24"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 0 @29"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @9 @28"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @10 @27"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @8 @8"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @11 @26"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @12 @25"&gt;   &lt;v:f eqn="if @7 @13 21600"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @36 0 @30"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @4 0 @0"&gt;   &lt;v:f eqn="max @30 @37"&gt;   &lt;v:f eqn="min @36 @43"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @0 2 1"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @48"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @36 @43"&gt;   &lt;v:f eqn="mid @30 @37"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path textpathok="t" connecttype="custom" connectlocs="@40,@0;@51,10800;@33,@4;@50,10800" connectangles="270,180,90,0"&gt;  &lt;v:textpath on="t" fitshape="t" xscale="t"&gt;  &lt;v:handles&gt;   &lt;v:h position="topLeft,#0" yrange="0,2229"&gt;   &lt;v:h position="#1,bottomRight" xrange="8640,12960"&gt;  &lt;/v:handles&gt;  &lt;o:lock ext="edit" text="t" shapetype="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t158" style="'width:233.25pt;" fillcolor="#3cf" strokecolor="#009" strokeweight="1pt"&gt;  &lt;v:shadow on="t" color="#009" offset="7pt,-7pt"&gt;  &lt;v:textpath style="'font-family:" trim="t" fitpath="t" xscale="f" string="Menjadi CITRA ALLAH"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="Menjadi CITRA ALLAH" shapes="_x0000_i1026" height="40" width="322" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/s&gt;&lt;/b&gt;&lt;s style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/s&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;s style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/s&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita dengan lidah kita mengutuk manusia yang dicipta serupa Bapa dan dari mulut yang satu keluar kutuk dan berkat (Yakobus 3: 9-10)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Banyak orang mudah takut dan bingung. Banyak orang mudah marah tanpa sebab. Banyak orang mudah gelisah. Cemas, was-was, khawatir tanpa tahu mengapa harus demikian. Banyak orang menjadi cuek, masa bodoh, apatis tanpa tahu mengapa harus bersikap begitu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hal tersebut sangat manusiawi. Sebab, dalam hidup keseharian, kita hanya berhenti pada suasana yang tercipta atau kita ciptakan. Kita berdiam diri, menyerah, pasrah. Tak bernyali menjari solusi. Atau, mencari ’causa prima’; penyebab utamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam situasi ini kita menghindar dan berkelit. Seolah, tidak terjadi apa-apa. Kita menyimpan dalam-dalam ke alam bawah sadar. Tak ada daya membongkar dan memperbaharui, menanggalkan dan mengenakan, menafsir dan menaksir ulang arah dan tujuan hidup. Tak ada keberanian dan kejujuran untuk kembali ke panggilan kodrati: menjadi citra Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Menjadi citra Allah tidaklah mudah-populer-memikat untuk saat ini. Terlebih, di tengah dunia yang mengagungkan kemewahan, penampilan, lahiriah, instan menjadi citra Allah adalah kontroversial-kampungan-kuno-udik. Sehingga, harga diri dan jatidiri sebagai ’ciptaan yang paling agung telah hilang dari bumi yang berketuhanan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Lihat saja, siapa yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan? ”Orang-orang terhormat” dan ”kaum cerdik-pandai”!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja, menyodorkan empat karya besar sebagai solusi menjadi citra Allah: &lt;i style=""&gt;Confessiones, De Trinitate, De Natura et Gratia, dan De Civitate Dei&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setiap orang harus bertobat (confessiones) agar menemukan Bapa-Putra-Roh Kudus (&lt;i style=""&gt;De Trinitate).&lt;/i&gt; Dengan demikian hidup dan kehidupan dihayati sebagai rahmat dan karunia (&lt;i style=""&gt;de natura et gratia&lt;/i&gt;): suka-duka, gagal-sukses,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gembira-sengsara, sakit-sehat. Dengan demikian, Tuhan merajai hidup dan kehidupan (&lt;i style=""&gt;de civitate Dei&lt;/i&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bertobat-mengalami-mensyukuri-melakukan kehendak-Nya, kita menjadi citra Tuhan. Tanpa keempat Jalan Agustinus tidak mungkinlah kita rukun pada diri sendiri, rukun pada sesama, rukun pada alam semesta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kesadaran akan jalan kesadaran Agustinus, setiap orang beriman kristiani akan menjadi &lt;b style=""&gt;garam, terang, dan ragi.&lt;/b&gt; Selalu terlibat dan melibatkan diri dalam pemberdayaan dan penebusan. Cepat mengerti, lambat mengadili. Cepat menangkap, lambat komentar!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mengapa harus cemas-gelisah-takut-khawatir bila kita hidup dalam citra Allah? Kita akan semakin kuat dan tahan banting. Cepat mengampuni dan cepat melupakan kesalahan orang. Dan, seperti Daud kita mengucap setiap saat, ”&lt;i style=""&gt;Sekalipun berjalan di lembah kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku&lt;/i&gt;.”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pertolongan Tuhan kepada kita menjadi nyata dalam dan melalui aneka perlakuan yang terarah pada kita, entah yang enak maupun tidak enak, yang sesuai atau tidak sesuai dengan selera pribadi kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1027" type="#_x0000_t136" style="'width:267pt;height:57pt'" fillcolor="blue" strokecolor="red"&gt;  &lt;v:shadow on="t" opacity="52429f"&gt;  &lt;v:textpath style="'font-family:" trim="t" fitpath="t" string="&amp;quot;Jangan takut kesulitan sebelum kesulitan menyulitkanmu&amp;quot;"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" alt="&amp;quot;Jangan takut kesulitan sebelum kesulitan menyulitkanmu&amp;quot;" shapes="_x0000_i1027" height="84" width="361" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;div style="border: 1pt solid windowtext; padding: 1pt 4pt;"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t170" coordsize="21600,21600" spt="170" adj="7200" path="m@0,l@1,m,21600r21600,e"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="val #0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod #0 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 21600 0 @2"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @1 21600 @0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path textpathok="t" connecttype="custom" connectlocs="10800,0;@2,10800;10800,21600;@3,10800" connectangles="270,180,90,0"&gt;  &lt;v:textpath on="t" fitshape="t"&gt;  &lt;v:handles&gt;   &lt;v:h position="#0,topLeft" xrange="0,10792"&gt;  &lt;/v:handles&gt;  &lt;o:lock ext="edit" text="t" shapetype="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1028" type="#_x0000_t170" style="'width:243pt;" adj="2158" fillcolor="red" strokecolor="aqua" strokeweight="1pt"&gt;  &lt;v:fill color2="#fc0"&gt;  &lt;v:shadow on="t" type="perspective" color="#875b0d" opacity="45875f" origin=",.5" matrix=",,,.5,,-4768371582e-16"&gt;  &lt;v:textpath style="'font-family:" trim="t" fitpath="t" string="INSPIRASI"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" alt="INSPIRASI" shapes="_x0000_i1028" height="28" width="330" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" lang="FI"&gt;Berkat Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada musim hujan seperti ini, air sungai akan tampak keruh. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Dapat dipahami karena lumpur, sampah, terbawa arus. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;Hanya, satu hal yang pasti ikan-ikan tetap bertahan. Tetap lincah. Gembira-ria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Keruhnya air diyakini melimpah rezeki. Makanan berlimpah. Ikan-ikan berpesta. Dan, hanya ikan-ikan yang melompat dari keruhnya airlah yang kelaparan. Ikan-ikan yang kawatir akan mati, hidup tak nyaman, dan menghindar dari keruhnya air.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;”&lt;i style=""&gt;Rahmat di balik penderitaan, itulah kenyataan&lt;/i&gt;”. Jika Anda bertanya bagaimana mungkin ikan dapat mencari makanan di air keruh, silakan Anda merenungi hidup Anda dengan bertanya, ”&lt;b style=""&gt;Bagaimana mungkin Anda dapat mempe-roleh berkat dari keruhnya sungai kehidupan&lt;/b&gt;?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" lang="FI"&gt;Blencong&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Blencong (bukan bencong) adalah lampu di atas Ki Dalang pada saat mengadakan pertunjukan wayang kulit. Karena blencong itulah lahir bayangan yang bisa ditonton di balik layar (kelir) tempat Ki Dalang memainkan wayang. Ada bayangan yang mengganggu pertunjukan, bila kelir (layar) itu kotor dan bernoda. Bayangan akan menjadi kabur, apalagi bila wayang jauh dari kelir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Wayang adalah penghadiran kehidupan manusia. Setiap orang memiliki peran: raksasa, satria, cendekia, pendeta, prajurit, raja, ratu. Peran akan berakhir bila pertunjukan Ki Dalang telah berakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Orang lain melihat bayangan kita, perilaku dan jatidiri kita, dari balik kelir/layar pertunjukan. Hati yang culas, kotor, penuh curiga, materialis, hedonis menciptakan bayang-bayang yang suram-kabur. Sebaliknya, jiwa murni-tulus-suci-rendah hati akan menghadirkan bayangan penuh pesona, mimikat, dan enak ditonton. Sinar kasih Allah akan memancar dan memantulkan kasih, harapan, dan daya juang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: aqua none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" lang="FI"&gt;Semprong&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pernahkah Anda mendengar kata semprong. Kue semprong sangat gurih, enak, dan lezat. Sebagai cemilan kue semprong sangat diminati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di pedesaan, semprong berkaitan dengan masak-memasak. Semprong yang satu ini sempat menghilang. Orang meninggalkan karena takut dibilang ”kutu kupret” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;(pinjam istilah Tukul). Kini, semprong yang terbuat dari satu ruas bambu ini diminati lagi: akibat konversi minyak tanah sehingga masak-memasak kembali menggunakan kayu bakar. Dus, bila api padam, semprong digunakan untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;’menghidupkan api” dengan cara ditiup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Masih di pedesaan ”semprong yang ini” berkait dengan penerangan. Terbuat dari kaca, tipis, dan digunakan untuk melindungi ”nyala api dari dian”. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;Sering, semprong berjelaga karena sumbu minyak sering bernyala terlalu besar. Kalau sudah demikian, sinar menjadi buram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kita pun semprong juga. Tentu, semprong terakhir . Nyala api adalah Sang Immanuel. Kitalah semprongnya. Berjelagakah kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="background: blue none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" lang="SV"&gt;Kepiting Pantai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pernah pesiar di pantai? Ya, di atas pasir bersih kita akan melihat banyak kepiting. Lucu, gesit, membuat gemas. Suatu hari ”Sang Induk Kepiting” memarahi anak-anaknya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;Katanya, ”Hai, kenapa kalian berjalan mundur? Lihat, teman-temanmu slalu berjalan maju! Memalukan!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Anak-anak kepiting bungkam. Tertunduk. Lesu. Hening. Lamaaa sekali. Tiba-tiba, salah satu anak kepiting berteriak keras, ”Ibu, bukankah kami belajar berjalan dari ibu? Bukankah selama ini ibu mengajari kami berjalan mundur?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sang ibu pun tertunduk. Malu. Sangat malu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1029" type="#_x0000_t136" style="'width:267pt;height:27.75pt'" fillcolor="red" strokecolor="fuchsia"&gt;  &lt;v:shadow on="t" color="#b2b2b2" opacity="52429f" offset="3pt"&gt;  &lt;v:textpath style="'font-family:" trim="t" fitpath="t" string="PESONA"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.gif" alt="PESONA" shapes="_x0000_i1029" height="41" width="361" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namanya Eroh. Usia 67 tahun. Pendidikan terakhir Kelas 3 SR (SD). Alamat Kampung Pasirkadu, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Pernah mendapat penghargaan (1) Pekan Penghijauan Narional, (2) Pekerja Sosial Masyarakat, (3) Kalpataru, (4) Penghargaan 500 Besar Dunia dari UNEP PBB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ibu Eroh pernah disangka ”gila” oleh RT-RW-Kuwu. Betapa tidak? Nenek renta yang menghidupi suami (lumpuh) dan anaknya dengan mencari jamur kayu itu bercerita telah menembus delapan bukit. Bahkan, tetangga pun menganggap Ibu Eroh memang gila.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Benarkah Ibu Eroh gila? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dua tahun Ibu Eroh, yang terispirasi sebuah sungai dengan aliran deras tetapi terhalang delapan bukit dan hutan, sungguh ditaklukkan. Tiap subuh sebelum mencari jamur kuping ibu Eroh menggali dan menggali. Parit sepanjang dua kilometer lebih selesai hampir dua tahun. Menembus delapan bukit dan hutan. Berkelok-kelok bak seekor naga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sendirian? Memang! Selama dua tahun lebih ”meraih mimpi kampung nan subur makmur”, ibu Eroh telah menghabiskan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dua buah cangkul, singkup empat buah, dan sebuah linggis. Semuanya dibeli dengan menyisihkan penjualan jamur kuping yang ia kumpulkan sehabis ”menjalani ide gila: mengalirkan sungai ke kampungnya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Panas terik, guyuran hujan tak mematahkan semangat nenek renta, ketika itu usia sudah 59 tahun? Dan, tak ada orang yang tahu ”kerja ibu Eroh”. Namun, begitu parit mendekati kampung, ibu Eroh meminta perangkat desa dan penduduk membantunya. Tapi, apa didapat ”dianggap gila”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:11;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dari ”&lt;i style=""&gt;impian gila dan dianggap orang gila&lt;/i&gt;” inilah Ibu Eroh berjabat tangan dengan presiden dan dinobatkan PBB sebagai 500 besar Dunia. Dan. Apakah mimpi kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="border: medium none ; padding: 0cm;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5021574342295440445-7404045105671082271?l=tetesanembunjees.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/feeds/7404045105671082271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/01/embun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/7404045105671082271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5021574342295440445/posts/default/7404045105671082271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tetesanembunjees.blogspot.com/2009/01/embun.html' title='JS KAMDHI: TETESAN EMBUN JANUARI 2009'/><author><name>TETESAN EMBUN</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06329083972884442241</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-2tiWVwfI8Ro/TvCQYx3FrgI/AAAAAAAAADw/X-qdxzJa-pQ/s220/FOTO%2BJS%2BKAMDHI.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
